Korban Gempa Venezuela Tembus 2.954 Jiwa

Gempa di Venezuela. Foto: aa.com.tr

Operasi pencarian korban selamat gempa dahsyat di Venezuela mulai memasuki fase akhir. Setelah 10 hari berlalu sejak dua gempa besar mengguncang negara tersebut, tim penyelamat internasional mengakui peluang menemukan penyintas dalam keadaan hidup semakin kecil.

Di tengah berakhirnya masa kritis penyelamatan, pemerintah Venezuela kembali memperbarui jumlah korban. Hingga Minggu (5/7/2026), korban meninggal dunia tercatat mencapai 2.954 orang atau bertambah lebih dari 300 jiwa dibandingkan sehari sebelumnya.

Bencana yang dipicu dua gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 dalam selang waktu hanya 38 detik itu meluluhlantakkan wilayah pesisir La Guaira di utara ibu kota Caracas. Ribuan bangunan runtuh, permukiman hancur, dan infrastruktur vital mengalami kerusakan parah.

Meski operasi penyelamatan mulai dihentikan, pekerjaan di lapangan belum berakhir. Relawan dan petugas gabungan masih terus mengevakuasi jenazah yang diduga masih tertimbun reruntuhan bangunan.

“Kami masih bekerja, masih mencari jenazah. Kami masih terus berupaya. Ini tidak mudah. Kami menemukan dua jenazah yang sudah diserahkan kepada keluarga mereka,” ujar relawan Venezuela, Francisco Sasquia.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan sekitar 50 ribu orang masih belum dapat dipastikan keberadaannya. Angka tersebut membuat proses pencarian dan identifikasi korban diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa pekan ke depan.

Sebagai bentuk penghormatan, pemerintah Venezuela menggelar seremoni pelepasan tim penyelamat internasional yang selama beberapa hari terakhir membantu proses evakuasi. Presiden sementara Delcy Rodríguez menyerahkan penghargaan kepada personel penyelamat, termasuk anjing pelacak yang diterjunkan dalam operasi kemanusiaan.

“Venezuela sedang mengalami kesedihan mendalam yang mencengkeram rakyat kami, di mana keluarga masih menyimpan harapan untuk menemukan orang-orang terkasih mereka dalam keadaan hidup, orang-orang yang telah kehilangan segalanya,” kata Rodríguez.

Di sisi lain, penanganan bencana menuai kritik dari sebagian warga. Pemerintah dinilai terlambat merespons kondisi darurat sehingga banyak keluarga harus menggali puing-puing bangunan secara mandiri sebelum bantuan internasional tiba.

Namun, Rodríguez membantah anggapan tersebut. Ia menegaskan ribuan personel militer, aparat keamanan, dan petugas penyelamat telah diterjunkan sejak hari pertama untuk mempercepat evakuasi serta penyaluran bantuan kepada para korban.

Selain menelan hampir 3.000 korban jiwa, bencana tersebut juga memicu kerugian ekonomi yang sangat besar. PBB memperkirakan nilai kerusakan fisik mencapai sekitar 6,7 miliar dolar AS atau setara enam persen dari produk domestik bruto (PDB) Venezuela.

Sementara itu, aktivitas di Bandara Internasional Maiquetia yang turut terdampak gempa mulai pulih secara bertahap. Bandara kini dibuka terbatas untuk melayani penerbangan yang membawa bantuan kemanusiaan dan logistik bagi para penyintas.

Tutup