Bitcoin Sentuh 62.448 Dolar AS, Didorong Minat Investor Besar
Harga Bitcoin kembali bergerak di zona hijau setelah minat investor institusi mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Arus dana yang kembali mengalir ke produk exchange traded fund (ETF) Bitcoin spot di Amerika Serikat menjadi katalis utama penguatan aset kripto terbesar di dunia tersebut.
Berdasarkan data CoinMarketCap, dikutip Sabtu (4/7/2026), harga Bitcoin naik 1,46 persen ke level 62.448 dolar AS di tengah pergerakan pasar kripto yang relatif terbatas.
Penguatan ini dipicu oleh masuknya dana segar ke ETF Bitcoin spot AS. Pada 2 Juli 2026, produk ETF mencatat arus masuk bersih (net inflow) sebesar 221,7 juta dolar AS, sekaligus mengakhiri tren arus keluar dana yang berlangsung selama 10 hari berturut-turut dengan total lebih dari 2,7 miliar dolar AS.
ETF FBTC milik Fidelity menjadi kontributor terbesar dengan arus masuk sekitar 166 juta dolar AS.
Pembalikan arus dana tersebut dinilai menjadi sinyal positif karena menunjukkan investor institusi mulai kembali melakukan akumulasi Bitcoin. Sebelumnya, arus keluar yang terus terjadi sempat memicu kekhawatiran melemahnya permintaan dari investor besar dan meningkatkan tekanan jual di pasar.
Selain didukung aliran dana institusi, sentimen positif juga datang dari data ekonomi Amerika Serikat. Laporan ketenagakerjaan yang menunjukkan penambahan hanya 57 ribu lapangan kerja atau jauh di bawah ekspektasi pasar sebesar 110 ribu memunculkan spekulasi bahwa tekanan inflasi mulai mereda.
Kondisi tersebut meningkatkan harapan bahwa bank sentral AS tidak akan kembali menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. Prospek suku bunga yang lebih rendah umumnya menjadi katalis positif bagi aset berisiko, termasuk Bitcoin.
Di sisi lain, pasar juga mencatat likuidasi posisi short Bitcoin senilai sekitar 61,85 juta dolar AS dalam 24 jam terakhir. Penutupan paksa posisi tersebut turut mempercepat kenaikan harga karena pelaku pasar harus membeli kembali Bitcoin untuk menutup kontraknya.
Dalam jangka pendek, pelaku pasar akan mencermati keberlanjutan arus dana ke ETF Bitcoin spot sebagai indikator kekuatan tren kenaikan. Selama harga mampu bertahan di atas level support 61.377 dolar AS, Bitcoin masih berpeluang menguji area resistance di kisaran 63.619 dolar AS.
Investor juga menanti perkembangan pembahasan Bitcoin Clarity Act di Senat Amerika Serikat yang berpotensi menjadi sentimen baru bagi pasar kripto.
Secara keseluruhan, prospek Bitcoin masih dinilai positif seiring kembalinya minat investor institusi dan membaiknya sentimen makroekonomi. Meski demikian, reli harga dinilai masih membutuhkan dukungan arus dana ETF yang konsisten. Apabila Bitcoin turun menembus level 61.377 dolar AS, harga berpotensi melanjutkan koreksi menuju area support berikutnya di sekitar 58.000 dolar AS.




