Gen Z Kini Lebih Percaya Skill daripada Ijazah Sarjana
Pandangan generasi muda terhadap pendidikan tinggi mulai mengalami perubahan signifikan di tengah perkembangan teknologi dan dinamika dunia kerja modern. Sejumlah riset terbaru menunjukkan banyak kalangan Generasi Z atau Gen Z mulai mempertanyakan relevansi gelar sarjana dibanding keterampilan praktis yang langsung dibutuhkan industri.
Perubahan pola pikir tersebut terlihat dalam laporan terbaru Indeed Hiring yang mengungkap lebih dari separuh responden Gen Z merasa biaya kuliah tidak lagi sebanding dengan manfaat yang mereka dapatkan setelah lulus. Survei itu dilakukan terhadap ratusan profesional muda di Amerika Serikat yang telah menempuh pendidikan diploma maupun sarjana.
Sebanyak 51 persen responden Gen Z mengaku meragukan nilai ekonomis ijazah kuliah di tengah tingginya biaya pendidikan dan meningkatnya tekanan finansial akibat utang mahasiswa.
Fenomena ini berkembang seiring perubahan kebutuhan pasar kerja global yang kini lebih menekankan kemampuan teknis, pengalaman kerja, dan portofolio dibanding sekadar latar belakang akademik formal.
Kemajuan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) juga disebut menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi persepsi generasi muda terhadap pendidikan tinggi.
Dalam survei yang sama, sekitar 45 persen responden Gen Z menilai perkembangan AI membuat sebagian materi pendidikan perguruan tinggi terasa kurang relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.
Perusahaan-perusahaan modern kini mulai banyak menerapkan sistem perekrutan berbasis keterampilan atau skills-based hiring. Model ini menempatkan kemampuan praktis kandidat sebagai pertimbangan utama dibanding kepemilikan ijazah semata.
Tren tersebut terlihat jelas di berbagai sektor seperti teknologi, digital marketing, desain grafis, industri kreatif, hingga pekerjaan berbasis digital lainnya yang lebih mengutamakan penguasaan tools, sertifikasi, dan pengalaman proyek.
Banyak anak muda kini memilih mengikuti bootcamp, kursus daring, hingga pelatihan sertifikasi profesional karena dinilai lebih cepat membuka peluang kerja dibanding menempuh pendidikan formal bertahun-tahun.
Meski demikian, sejumlah pengamat pendidikan menilai gelar sarjana tetap memiliki nilai penting, terutama untuk bidang profesi tertentu yang membutuhkan standar akademik dan legalitas khusus seperti kedokteran, hukum, hingga teknik.
Perubahan pandangan Gen Z ini dinilai menjadi sinyal bahwa dunia pendidikan tinggi perlu beradaptasi lebih cepat dengan perkembangan industri agar lulusan perguruan tinggi tetap relevan dan kompetitif di masa depan.





