Momen Guru Pendamping Dilarang Protes di Final LCC MPR Viral
Polemik final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat kembali menjadi sorotan publik usai beredarnya video protes dari pihak SMAN 1 Pontianak di media sosial.
Insiden itu bermula saat Regu C dari SMAN 1 Pontianak menjawab pertanyaan terkait mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Namun jawaban yang disampaikan peserta bernama Josepha Alexandra dinyatakan salah oleh dewan juri.
Pertanyaan kemudian dilempar kepada regu lain, yakni Regu B dari SMAN 1 Sambas. Menariknya, jawaban yang diberikan disebut memiliki substansi serupa, tetapi justru dinyatakan benar oleh juri.
Merasa keberatan, Josepha Alexandra langsung menyampaikan protes di hadapan dewan juri.
“Izin, kami tadi menjawabnya sama seperti Regu B,” ujar Josepha dalam tayangan video yang viral di media sosial.
Dalam video yang beredar, guru pendamping dari SMAN 1 Pontianak juga terlihat sempat mengangkat tangan untuk menyampaikan protes atas keputusan tersebut. Namun, upaya itu tidak diberikan kesempatan oleh pihak juri.
“Ibu mohon maaf, yang berhak menampilkan atau memprotes itu peserta. Guru pendamping tidak berhak, tapi keputusan dewan juri bersifat final dan mengikat dan tidak dapat diganggu gugat ya ibu,” ujar sosok yang diduga salah satu dewan juri bernama Indri Wahyuni dalam video tersebut.




