Belasan Organisasi Mahasiswa Geruduk DPRD Bengkulu
Ratusan mahasiswa dari gabungan 12 organisasi dan kampus di Bengkulu menggelar aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Provinsi Bengkulu, Selasa (12/5/2026).
Mahasiswa yang tergabung dalam aliansi tersebut berasal dari berbagai organisasi dan kampus, di antaranya Himpunan Mahasiswa Islam, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia, BEM Universitas Winas, BEM Dehasen, BEM Unihaz, FMS, Himasel, serta sejumlah organisasi mahasiswa lainnya.
Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan berbagai tuntutan terkait persoalan pendidikan di Provinsi Bengkulu. Mereka menilai pemerintah daerah belum serius memperhatikan kesejahteraan guru, fasilitas pendidikan, hingga perlindungan terhadap siswa di sekolah.
Lewat orasi yang disampaikan secara bergantian, mahasiswa menyoroti nasib guru honorer yang dinilai masih hidup dalam ketidakpastian status serta minim jaminan sosial.
“Pendidikan berkualitas tidak akan pernah tercapai kalau gurunya masih hidup tidak layak,” tegas salah satu orator dalam aksi tersebut.
Mahasiswa juga menilai penggunaan anggaran pendidikan belum sepenuhnya menyentuh kebutuhan mendasar sekolah, termasuk pemerataan kualitas pendidikan dan perbaikan fasilitas belajar.
Situasi sempat memanas ketika massa mengetahui anggota Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu tidak berada di lokasi untuk menerima aspirasi mereka secara langsung.
Kekecewaan mahasiswa pun memicu ketegangan saat dialog dengan pihak DPRD berlangsung. Massa menilai wakil rakyat seharusnya hadir untuk mendengar langsung tuntutan yang mereka sampaikan terkait kondisi pendidikan di Bengkulu.




