Diskusi Film Pesta Babi HMI KSB Dibubarkan

film dokumenter Pesta Babi yang direncanakan digelar Himpunan Mahasiswa Islam akhirnya batal.

Kegiatan diskusi dan nonton bareng (nobar) film dokumenter Pesta Babi yang direncanakan digelar Himpunan Mahasiswa Islam akhirnya batal terlaksana setelah mendapat penolakan dari sejumlah warga di sekitar lokasi kegiatan.

Agenda tersebut sedianya berlangsung di Sekretariat HMI KSB, Kelurahan Telaga Bertong, Kecamatan Taliwang, pada Selasa malam (12/5/2026). Panitia sebelumnya telah menyiapkan forum diskusi dan pemutaran film dokumenter yang belakangan ramai diperbincangkan publik.

Namun sebelum acara dimulai, Ketua RT setempat mendatangi lokasi kegiatan dan menyampaikan keberatan dari sebagian warga terhadap pelaksanaan nobar tersebut.

Selain menyampaikan adanya penolakan warga, pihak RT juga menyinggung soal belum adanya pemberitahuan kegiatan kepada lingkungan sekitar sebelum acara digelar.

Situasi itu kemudian memicu perdebatan antara pihak penyelenggara dengan aparat lingkungan mengenai prosedur pelaksanaan kegiatan organisasi di wilayah tersebut.

Senior HMI KSB, Mustaqim Patawari, mempertanyakan dasar aturan yang mewajibkan organisasi melapor kepada RT ketika menggelar kegiatan internal.

“Tunjukkan kepada kami aturan yang mengharuskan laporan ke RT ketika ada kegiatan,” ujar Mustaqim.

Menurut dia, selama ini mekanisme pemberitahuan kegiatan yang dipahami organisasi mahasiswa umumnya hanya ditujukan kepada aparat kepolisian demi menjaga keamanan acara.

Mustaqim juga menilai keberatan yang muncul terkesan tidak konsisten karena sekretariat HMI KSB sebelumnya telah beberapa kali digunakan untuk berbagai kegiatan organisasi tanpa persoalan serupa.

“Kalau RT mau peduli soal kondusivitas, seharusnya tempat-tempat yang ada aktivitas negatif juga ditertibkan,” katanya.

Ia menegaskan kegiatan nobar tersebut murni bertujuan akademis dan menjadi ruang diskusi intelektual bagi mahasiswa untuk memahami isi film dokumenter yang sedang menjadi perhatian publik.

“Teman-teman HMI ingin menonton dan mendiskusikan isi filmnya, sehingga bisa memahami alasan mengapa film tersebut sampai dilarang,” pungkasnya.

Tutup