Oditur Gagal Temui Andrie Yunus karena Kondisi Pascaoperasi

Oditur Militer.

Oditur militer mendatangi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat, untuk menjenguk Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, yang tengah menjalani perawatan intensif usai menjadi korban penyiraman air keras. Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk empati di tengah proses hukum yang masih berjalan terhadap para terdakwa kasus tersebut.

Namun, rombongan oditur belum dapat bertemu langsung dengan Andrie lantaran kondisinya masih dalam tahap pemulihan pascaoperasi. Tim medis disebut membatasi seluruh aktivitas dan kunjungan demi menjaga stabilitas kondisi korban.

“Kami siang hari ini secara kemanusiaan ingin membesuk Saudara Andrie Yunus, yang menjadi korban dari para terdakwa dalam perkara yang saat ini sedang berjalan,” ujar oditur militer Letkol Chk Muhammad Iswandi di RSCM, Jakarta Pusat, Selasa (12/5/2026).

Iswandi menjelaskan bahwa pihak rumah sakit belum mengizinkan adanya kunjungan karena Andrie baru selesai menjalani tindakan operasi. Menurutnya, kondisi korban masih sangat rentan sehingga membutuhkan pengawasan ketat dari tenaga medis.

“Saudara Andrie Yunus baru selesai melaksanakan operasi dan saat ini masih dalam proses penyembuhan. Karena itu memang belum bisa menerima kunjungan,” katanya.

Ia menambahkan, tim medis meminta pasien untuk tetap berada dalam posisi tertentu agar proses pemulihan berjalan optimal. Gerakan kecil pada bagian tubuh tertentu disebut dapat memengaruhi hasil operasi yang telah dilakukan.

“Tadi dijelaskan bahwa bagian bahu sebelah kanan harus tetap statis dan tidak boleh banyak bergerak. Jika sampai bergerak, dikhawatirkan dapat mengganggu proses pemulihan operasi,” ungkapnya.

Meski belum dapat bertatap muka langsung, Iswandi memastikan kedatangan mereka murni sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi korban. Pihaknya juga menghormati seluruh prosedur medis yang diterapkan rumah sakit demi keselamatan Andrie.

“Kami memahami situasi yang sedang dialami Saudara Andrie Yunus dan tentu menghormati arahan dari pihak rumah sakit,” tuturnya.

Kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus sendiri sebelumnya menyita perhatian publik dan kelompok masyarakat sipil. Peristiwa itu terjadi di tengah sorotan terhadap proses hukum yang melibatkan sejumlah terdakwa dan kini masih bergulir di pengadilan militer.

Hingga kini, Andrie masih menjalani perawatan lanjutan di RSCM dengan pengawasan intensif dari tim dokter. Belum ada keterangan resmi mengenai kapan korban diperbolehkan menerima kunjungan ataupun melanjutkan aktivitas normalnya.

Tutup