Israel Mulai Relokasi Komunitas Keturunan Yahudi
Sekitar 240 warga asal India tiba di Bandara Tel Aviv, Kamis, dalam sebuah program relokasi yang difasilitasi pemerintah Israel. Kedatangan mereka merupakan bagian dari upaya pemindahan komunitas yang mengklaim memiliki hubungan genealogis dengan bangsa Israel kuno.
Suasana penyambutan berlangsung meriah. Para pendatang disambut dengan dekorasi bernuansa biru-putih, warna khas bendera Israel, serta iringan lagu tradisional Yahudi dari para penyambut yang hadir di lokasi.
Kelompok yang datang tersebut merupakan bagian dari komunitas yang dikenal sebagai “Bnei Menashe”. Mereka menjadi rombongan pertama yang tiba setelah pemerintah Israel pada November lalu menyetujui pendanaan untuk memfasilitasi imigrasi ribuan anggota komunitas tersebut dari wilayah timur laut India.
Komunitas ini meyakini diri sebagai keturunan Manasseh, salah satu dari suku Israel kuno yang dalam catatan sejarah diyakini hilang setelah pengasingan oleh Kekaisaran Asyur pada abad ke-8 sebelum masehi.
Seorang warga yang telah lama menetap di Israel, Dagan Zolat, turut hadir di bandara untuk menyambut kerabatnya. Ia mengaku telah menantikan momen tersebut selama bertahun-tahun.
“Kami dulu tinggal berdekatan di desa yang sama dan menjadi bagian kecil dari komunitas Yahudi di sana,” ujarnya, menggambarkan kedekatan hubungan mereka di masa lalu.
Ia juga mengenang hubungan personal yang terjalin lama. Menurutnya, sudah hampir satu dekade sejak terakhir kali bertemu dengan kerabat tersebut.
Organisasi Shavei Israel menyebutkan bahwa sejak dekade 1990-an, ribuan anggota Bnei Menashe telah berpindah ke Israel. Namun, masih terdapat ribuan lainnya yang hingga kini tinggal di India.
Dalam tradisi lisan mereka, komunitas ini menceritakan perjalanan panjang yang melintasi berbagai wilayah seperti Persia, Afghanistan, hingga Asia Timur, sembari mempertahankan sejumlah praktik keagamaan Yahudi.
Pemerintah Israel berencana menempatkan para pendatang baru tersebut di wilayah utara negara itu. Meski demikian, mereka diwajibkan menjalani proses konversi agama untuk memperoleh status kewarganegaraan secara resmi.
Menteri Imigrasi Israel, Ofir Sofer, menyebut kedatangan rombongan ini sebagai langkah awal dari program yang lebih besar. “Ini merupakan bagian dari proses berkelanjutan yang menargetkan pemindahan komunitas secara bertahap setiap tahun,” ujarnya.




