Keluarga Korban Keracunan di Garut Diduga Diintimidasi
Kasus keracunan ratusan siswa SD, SMP, dan SMA yang diduga akibat pemberian Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, Jumat (19 September 2025), hingga kini belum terungkap. Puluhan siswa masih dirawat di Puskesmas Kadungora.
Hasil laboratorium belum resmi menentukan penyebab keracunan, namun diduga keracunan berasal dari makanan gratis yang disediakan oleh salah satu Unit Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kadungora.
Selain kasus keracunan itu sendiri, terungkap pula intimidasi yang dilakukan oleh petugas SPPG dan keluarga korban.
Keluarga korban diimbau untuk tidak berbicara dengan siapa pun.
“Kejadiannya Rabu atau Kamis malam. Sekitar pukul 23.00, ada seorang pria dan wanita datang ke sini dan bilang, ‘Jangan terlalu banyak bicara dengan siapa pun,'” ujar beberapa orang tua korban yang menunggu anak-anak mereka dirawat.
“Ini bukan pertama kalinya saya mengalami makanan gratis yang rusak, seperti telur busuk, ayam basi, dan sayuran,” tambahnya.
Lebih lanjut, orang tua korban berharap kasus ini menjadi pembelajaran dan peringatan bagi semua pihak untuk mencegah terulangnya kembali.
“Kita tahu masalah makanan gratis ini baru permulaan, jadi kita membutuhkan perhatian semua orang. Mohon dievaluasi lebih lanjut,” pungkasnya.






