Video Imam di Irlandia Viral Usai Sebut Nama Trump

Donald Trump (Foto: ABC Australia)

Sebuah video yang menampilkan seorang imam Katolik di Irlandia menjadi viral di media sosial setelah ucapannya dalam sebuah doa memicu perdebatan publik.

Dalam video tersebut, imam yang tidak disebutkan identitasnya terdengar menyelipkan kalimat yang dianggap kontroversial saat menyebut nama Donald Trump dalam doanya.

Awalnya, imam tersebut menyampaikan doa untuk perdamaian dunia di tengah situasi konflik global yang sedang berlangsung.

“Perang sedang terjadi dan itu sangat keterlaluan. Tidak perlu ada perang. Kita berdoa untuk perdamaian dunia,” ujar imam tersebut dalam rekaman video.

Namun, ucapannya berubah menjadi sorotan ketika ia melanjutkan kalimat dengan menyebut nama Donald Trump secara tidak biasa.

“Kita berdoa untuk Donald Trump agar Tuhan mengambilnya… maaf, maksud saya agar Tuhan mengambilkan rasa sakitnya,” lanjutnya, yang kemudian disambut tawa jemaat yang hadir.

Potongan kalimat pertama yang sempat terucap itu kemudian memicu beragam reaksi di media sosial, terutama karena dianggap memiliki makna berbeda sebelum diperbaiki.

Sejumlah warganet menilai kejadian tersebut sebagai contoh dari fenomena Freudian slip, yakni kesalahan bicara yang diyakini mencerminkan pikiran bawah sadar seseorang.

“Dia hanya mengatakan apa yang sebenarnya dipikirkan banyak orang,” tulis salah satu pengguna media sosial dalam kolom komentar.

Komentar lain bahkan menyebut pernyataan awal tersebut sebagai “doa paling jujur”, meski kemudian dikoreksi oleh sang imam.

Meski demikian, tidak sedikit pula yang mengingatkan pentingnya memahami konteks dan tidak menyimpulkan maksud seseorang hanya dari potongan ucapan.

Hingga kini, video tersebut terus beredar luas dan menjadi bahan perbincangan, mencerminkan bagaimana satu kalimat yang terucap spontan dapat memicu interpretasi beragam di ruang publik digital.

Tutup