Trump: China Dukung Pembukaan Selat Hormuz

Trump

Pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait status Selat Hormuz kembali memicu perhatian global. Setelah dua hari diklaim mencoba memblokade jalur strategis tersebut, Trump menyatakan bahwa Selat Hormuz kini telah dibuka secara permanen.

Pernyataan itu disampaikan melalui platform media sosial Truth Social pada Rabu (14/4/2026). Trump menegaskan bahwa kebijakan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kepentingan global, termasuk peran penting China dalam stabilitas perdagangan energi dunia.

Menurut Trump, keputusan membuka kembali jalur tersebut mendapat respons positif dari China. Ia bahkan mengklaim langkah tersebut dilakukan demi menjaga kepentingan Beijing serta stabilitas ekonomi internasional.

“China menyambut baik keputusan ini. Kami melakukannya untuk kepentingan bersama dan demi stabilitas global,” tulis Trump dalam unggahannya.

Selain itu, Trump juga mengungkapkan hasil komunikasinya dengan Presiden China, Xi Jinping. Dalam pernyataannya, ia mengklaim adanya kesepahaman terkait isu keamanan kawasan.

Ia menyebut bahwa China disebut sepakat untuk tidak memasok senjata kepada Iran setelah pembicaraan tersebut berlangsung.

Namun demikian, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari pihak China maupun Iran terkait klaim yang disampaikan Trump. Kedua negara tersebut masih belum memberikan tanggapan atas pernyataan tersebut.

Di sisi lain, kondisi di lapangan menunjukkan situasi yang berbeda. Selat Hormuz dilaporkan masih berada dalam kondisi terbatas, khususnya bagi Amerika Serikat, Israel, dan sekutu-sekutunya, menyusul blokade yang diberlakukan Iran.

Perbedaan antara klaim politik dan realitas di lapangan ini menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas serta implementasi kebijakan yang diumumkan.

Trump juga mengungkapkan rencana untuk melakukan pertemuan langsung dengan Xi Jinping dalam waktu dekat. Ia menilai hubungan kerja sama dengan China jauh lebih menguntungkan dibandingkan konfrontasi terbuka.

“Kami berharap bisa membangun hubungan yang lebih baik. Saya juga menantikan kunjungan ke Beijing dan berharap mendapat sambutan hangat,” ujarnya.

Perkembangan ini menunjukkan dinamika geopolitik yang terus berubah, khususnya di kawasan Timur Tengah yang memiliki peran vital dalam jalur distribusi energi global.

Berita Lainnya

Tutup