TNI Dilibatkan Perkuat Pembinaan Karakter di Sekolah Rakyat
Kementerian Sosial (Kemensos) memperkuat program pembinaan karakter bagi siswa Sekolah Rakyat dengan melibatkan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Melalui kerja sama tersebut, Taruna Akademi Militer (Akmil) akan diterjunkan untuk mendampingi siswa dalam membangun disiplin, kemandirian, dan budaya hidup tertib di lingkungan sekolah berasrama.
Skema pendampingan itu tengah dimatangkan Kemensos bersama Mabes TNI dan Kementerian Pertahanan. Rencananya, setiap Sekolah Rakyat akan mendapat pendampingan dari lima taruna yang bertugas membimbing siswa maupun tenaga pendidik dalam penerapan disiplin sehari-hari.
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengatakan pembinaan tersebut dirancang untuk membantu siswa beradaptasi dengan pola kehidupan baru di Sekolah Rakyat yang menerapkan sistem asrama.
“Rencananya di tiap Sekolah Rakyat akan ada lima taruna yang membimbing siswa maupun guru dalam hal kedisiplinan dan kerapian,” ujar Agus Jabo dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu (5/7/2026).
Menurut Agus, materi pembinaan tidak berkaitan dengan latihan kemiliteran, melainkan pembentukan karakter melalui kebiasaan sederhana, seperti menjaga kebersihan lingkungan, merapikan tempat tidur, menata lemari pakaian, berpakaian rapi, hingga membangun tanggung jawab terhadap lingkungan tempat tinggal.
Ia menilai proses adaptasi menjadi tantangan tersendiri bagi siswa yang berasal dari latar belakang sosial dan lingkungan yang beragam. Karena itu, pembinaan sejak awal dinilai penting agar mereka lebih siap mengikuti proses pendidikan di Sekolah Rakyat.
“Sejak awal Pak Menteri Sosial memang menginginkan ada pembinaan agar siswa bisa beradaptasi dari habitat lama ke habitat baru di Sekolah Rakyat. Karena itu kami meminta TNI dan Polri ikut terlibat dalam proses pembinaan,” katanya.
Pelibatan TNI dalam program tersebut, lanjut Agus, merupakan bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 mengenai penyelenggaraan Sekolah Rakyat.
Komandan Jenderal Akademi TNI Letjen R. Sidiharta Wisnu Graha mengatakan pihaknya siap mendukung program tersebut dengan mengerahkan sekitar 1.000 Taruna Akmil Tingkat I dan II beserta para pengasuhnya.
“Nanti kami siapkan sekitar seribu orang, termasuk para pengasuh taruna. Yang kami kirim adalah Taruna Tingkat I dan Tingkat II,” ujarnya.
Sebanyak 1.000 taruna itu akan ditempatkan di 178 Sekolah Rakyat dan dijadwalkan mulai bertugas pada awal Agustus 2026. Selama sekitar satu pekan, mereka akan mendampingi siswa dalam membangun kebiasaan disiplin sebagai bekal menjalani pendidikan di lingkungan berasrama.
Saat ini, Kemensos dan Mabes TNI masih menyusun mekanisme pelaksanaan agar program pembinaan dapat berjalan seragam di seluruh Sekolah Rakyat.



