Sekda Bekasi: Situ Rawa Binong Aset Berharga Daerah

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bekasi Endin Samsudin.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bekasi Endin Samsudin mengajak masyarakat menjaga kelestarian Situ Rawa Binong melalui momentum Hajat Bumi yang digelar di Desa Hegarmukti, Kecamatan Cikarang Pusat, Sabtu (11/7). Menurutnya, tradisi tersebut bukan sekadar warisan budaya, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya merawat lingkungan demi keberlanjutan daerah.

Kehadiran Endin mewakili Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam kegiatan tahunan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun. Acara diikuti unsur Muspika Cikarang Pusat, Pemerintah Desa Hegarmukti, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda, hingga ratusan warga.

Dalam sambutannya, Endin menilai Hajat Bumi memiliki makna lebih dari sekadar seremoni adat. Tradisi itu menjadi wujud rasa syukur atas hasil bumi sekaligus memperkuat nilai kebersamaan dan gotong royong di tengah masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bekasi, saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan masyarakat Desa Hegarmukti yang terus menjaga serta melestarikan tradisi Hajat Bumi sebagai warisan budaya yang sarat makna. Tradisi ini merupakan identitas daerah yang harus terus dipelihara dan diwariskan kepada generasi penerus,” ujar Endin.

Ia menegaskan pembangunan daerah harus berjalan seiring dengan pelestarian budaya dan lingkungan. Menurutnya, nilai-nilai kearifan lokal yang diwariskan para leluhur tetap relevan sebagai fondasi pembangunan Kabupaten Bekasi.

Endin juga menyoroti pentingnya keberadaan Situ Rawa Binong sebagai kawasan resapan air dan ruang terbuka hijau yang menopang keseimbangan ekosistem. Selain memiliki fungsi ekologis, kawasan tersebut dinilai berpotensi dikembangkan menjadi destinasi wisata berbasis alam dan budaya yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Situ Rawa Binong merupakan aset daerah yang sangat berharga. Menjaga kebersihan, kelestarian, dan keberlanjutannya bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama,” katanya.

Ia mengajak masyarakat menjaga kawasan situ dari pencemaran serta memanfaatkan lingkungan secara bijak agar manfaatnya dapat dirasakan hingga generasi mendatang.

Selain itu, Endin berharap tradisi Hajat Bumi menjadi sarana edukasi bagi generasi muda untuk mengenal sejarah daerah dan mencintai budaya lokal.

“Generasi muda harus menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya. Warisan leluhur yang kita miliki bukan hanya untuk dikenang, tetapi harus terus dirawat, dipelajari, dan dilestarikan agar tetap menjadi identitas Kabupaten Bekasi di masa mendatang,” ungkapnya.

Menutup sambutannya, Endin berharap Hajat Bumi Situ Rawa Binong terus menjadi agenda budaya yang mampu mempererat persatuan masyarakat sekaligus memperkuat kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

“Semoga momentum Hajat Bumi ini membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat, mempererat persaudaraan, memperkuat kepedulian terhadap lingkungan, serta menjadi semangat bersama untuk membangun Kabupaten Bekasi yang semakin maju tanpa meninggalkan akar budaya dan nilai-nilai luhur warisan para leluhur,” tutupnya.

Tutup