Rupiah Melemah Dua Hari Perdagangan
Pergerakan rupiah kembali berada di zona merah pada awal perdagangan pekan ini. Mata uang Indonesia tercatat berada di level Rp18.054 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Senin (19/10/2026), melemah 27 poin atau 0,15 persen dibandingkan penutupan sebelumnya, berdasarkan data Bloomberg.
Tekanan terhadap rupiah terjadi setelah mata uang Garuda menutup perdagangan Jumat (16/10/2026) dengan pelemahan 89 poin atau 0,50 persen ke posisi Rp18.027 per dolar AS.
Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilai kekhawatiran terhadap klasifikasi pasar modal Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) menjadi salah satu faktor yang memengaruhi sentimen pasar.
MSCI membuka peluang untuk mengubah status Indonesia dari kategori pasar berkembang (emerging market) menjadi pasar mandiri (standalone market). Wacana tersebut muncul di tengah sorotan terhadap tata kelola pasar modal dan dugaan praktik perdagangan terkoordinasi.
“Usulan ini didasari oleh kekhawatiran yang terus berlanjut terkait tata kelola serta dugaan adanya praktik perdagangan terkoordinasi,” kata Ibrahim dalam risetnya.
Menurut informasi yang disampaikan Ibrahim, keputusan akhir mengenai klasifikasi pasar Indonesia dijadwalkan pada 30 Juni 2027. Hingga saat itu, perkembangan evaluasi MSCI menjadi salah satu hal yang perlu dicermati pelaku pasar.
Sorotan terhadap tata kelola dan penegakan aturan pasar modal dinilai dapat memengaruhi persepsi investor terhadap iklim investasi di Indonesia. Jika ketidakpastian berlanjut, pelaku pasar berpotensi mengambil sikap lebih berhati-hati dalam menentukan penempatan dana.
Meski demikian, pelemahan rupiah tidak dapat dilepaskan dari berbagai faktor lain, termasuk perkembangan ekonomi global, pergerakan dolar AS, kebijakan suku bunga, serta arus modal masuk dan keluar dari pasar domestik.
Perkembangan evaluasi MSCI pun menjadi perhatian di tengah tekanan terhadap rupiah. Pelaku pasar akan mencermati langkah pembenahan tata kelola pasar modal Indonesia serta kepastian keputusan yang akan diambil MSCI pada 2027.




