Rupiah dan IHSG Kompak Menghijau di Akhir Pekan
Nilai tukar rupiah berhasil mencatatkan penguatan signifikan pada penutupan perdagangan Jumat (12/6/2026). Berdasarkan data Bloomberg, mata uang Indonesia ditutup di level Rp17.860 per dolar Amerika Serikat atau menguat 128 poin dibandingkan posisi sehari sebelumnya.
Penguatan rupiah terjadi seiring membaiknya sentimen pasar setelah Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan (BI-Rate) menjadi 5,50 persen. Kebijakan tersebut dinilai mampu meningkatkan kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi domestik.
Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan respons positif investor terlihat dari meningkatnya minat terhadap berbagai instrumen keuangan dalam negeri.
“Pasca kenaikan BI-Rate menjadi 5,50 persen serta meningkatnya daya tarik imbal hasil SRBI dan SBN, investor asing memberikan respons yang positif terhadap bauran kebijakan yang ditempuh Bank Indonesia,” ujar Ramdan.
Ia menjelaskan, arus modal asing mulai kembali masuk ke pasar keuangan Indonesia, terutama pada instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan Surat Berharga Negara (SBN).
“Aliran masuk modal asing kembali terlihat, khususnya pada SRBI dan pasar SBN tenor pendek hingga menengah,” katanya.
Masuknya dana investor asing tersebut memberikan dukungan terhadap penguatan rupiah sehingga mampu kembali bergerak di bawah level psikologis Rp18.000 per dolar AS.
Tidak hanya rupiah, pasar saham domestik juga menunjukkan kinerja positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melonjak 121,6 poin atau 2,07 persen ke level 6.007.
Perdagangan saham sepanjang hari didominasi sentimen positif dengan 618 saham menguat, 108 saham melemah, dan 93 saham lainnya bergerak stabil. Nilai transaksi mencapai sekitar Rp21 triliun dengan volume perdagangan mencapai 37 miliar saham dan frekuensi transaksi sekitar 2,4 juta kali.
Penguatan serentak pada pasar valuta asing dan pasar saham menunjukkan optimisme pelaku pasar terhadap langkah stabilisasi yang ditempuh Bank Indonesia di tengah dinamika ekonomi global yang masih bergejolak.




