Reformasi OJK Dorong Kenaikan IHSG

Ilustrasi ekonomi

Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa hari terakhir dinilai menjadi cerminan meningkatnya kepercayaan investor terhadap arah reformasi pasar modal Indonesia. Di tengah tekanan global yang masih berlangsung, pergerakan ini menunjukkan respons pasar yang semakin positif terhadap kebijakan regulator.

Pada perdagangan Selasa pagi, IHSG tercatat menguat 1,91 persen ke level 7.642, melanjutkan tren kenaikan yang terbentuk dalam beberapa waktu terakhir. Penguatan ini dinilai bukan sekadar faktor teknikal, melainkan juga dipengaruhi sentimen fundamental yang membaik.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai tren tersebut sejalan dengan implementasi reformasi pasar modal yang tengah berjalan. Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menegaskan berbagai kebijakan baru dirancang untuk menjawab kekhawatiran investor, termasuk dari lembaga indeks global.

“Kami terus memastikan reformasi berjalan konsisten dan mampu meningkatkan kepercayaan pelaku pasar,” ujarnya.

Sejumlah kebijakan strategis yang telah diterapkan antara lain peningkatan batas minimum saham beredar di publik (free float) dari 7,5 persen menjadi 15 persen, keterbukaan data pemegang saham di atas 1 persen, serta kewajiban pelaporan Ultimate Beneficial Owner (UBO). Langkah ini bertujuan memperkuat transparansi dan akuntabilitas di pasar modal domestik.

Selain itu, pasar saham Indonesia juga dinilai semakin bergerak menuju standar global, baik dari sisi tata kelola maupun keterbukaan informasi.

Senior Market Chartist, Nafan Aji Gusta, menilai penguatan IHSG mencerminkan respons positif investor terhadap konsistensi kebijakan yang ditempuh pemerintah dan regulator.

Ia menyoroti keputusan FTSE Russell yang tetap mempertahankan Indonesia dalam kategori secondary emerging market sebagai indikator penting kepercayaan global.

“Status tersebut menunjukkan investor global masih melihat prospek pasar modal Indonesia secara positif,” ujarnya.

Menurut Nafan, keberlanjutan reformasi menjadi kunci untuk menjaga momentum tersebut. Ia menilai, semakin konsisten kebijakan diterapkan, semakin besar peluang peningkatan aliran dana investasi ke pasar domestik.

“IHSG yang terus menguat di tengah ketidakpastian global menunjukkan bahwa pasar merespons arah kebijakan secara konstruktif,” tambahnya.

Tutup