DLH Kabupaten Bekasi Berhasil Angkut Sampah Sebanyak 900 Ton

Pengerukan sampah dilakukan petugas UPTD TPA Burangkeng dengan menggunakan sejumlah alat berat. Sampah-sampah tersebut lalu dipindahkan ke area yang masih memadai.

Tumpukan sampah yang dihasilkan masyarakat selama masa libur Lebaran 2024 di Kabupaten Bekasi mencapai 900 ton. Dalam waktu dekat nantinya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi akan mengerahkan puluhan armada pengangkut untuk mengurai tumpukan berbagai sampah hasil rumahan tersebut.

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian dan Pengelolaan Persampahan pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi, Mansur Sulaeman pada Rabu (17/04/2024).

“Kenaikan angka volume sampah tidak jauh dengan tahun kemarin, rata rata di dominasi sampah rumah tangga yang paling banyak lalu sampah pasar. Estimasi pembuangan sampah pasca libur hari raya pertanggal 16 April 2024 sekitar 900 ton lebih,” kata Masur.

Mansur mengatakan kenaikan volume sampah disebabkan banyaknya sampah yang berasal dari sampah rumah tangga yang masuk ke Tempat Pembuangan Sampah Burangkeng.

Kendati begitu, kata Mansur pihaknya akan terus melakukan monitoring lapangan guna memantau langsung perkembangan pelayanan pengangkatan sampah disejumlah titik di Kabupaten Bekasi.

“Dengan turunnya tim pelayanan pengangkutan pembuangan sampah ini, tentunya kita berharap tidak lagi ada yang di keluhkan masyarakat terkait persoalan sampah khususnya di Kabupaten Bekasi,” kata dia.

Sementara itu, Warga perumahan Taman Kebalen Indah, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mengeluhkan sampah lingkungan rumahnyatak diangkut pasca sepekan lebaran.

Hasbi warga sekitar menuturkan, imbas belum diangkutnya tumpukan sampah, buat aktivitas warga terganggu. Bahkan, tumpukan sampah tersebut mulai muncul aroma tak sedap

“Sudah 1 minggu lebih pas mau lebaran, kacau. Alasannya gak tahu saya (Warga Babelan). Kondisi sekarang sudah bau gak karuan. Rata-rata sampah rumah tangga,” ujarnya.

Menurutnya, normalnya sampah tersebut diangkut sebanyak dua kali dalam sepekan. Ia meminta agar pihak terkait segera merespon dan melakukan pengangkutan sampah di pemukiman warga Babelan yang sudah menumpuk.

“Mungkin sudah ada komunikasi agar diangkut sampahnya. Maunya buru-buru diangkut kare

Tutup