Rencana Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah V atau Solo Raya menjadi salah satu isu yang menyita perhatian publik. Langkah politik tersebut memunculkan berbagai spekulasi mengenai peluang PSI menembus dominasi politik di wilayah yang selama ini identik dengan PDI Perjuangan (PDIP).
Pengamat politik sekaligus Direktur Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, menilai keputusan Kaesang maju di Solo memang memiliki nilai simbolik yang tinggi. Namun, secara elektoral, tantangan yang dihadapi tidak bisa dianggap ringan mengingat kuatnya basis dukungan PDIP di Jawa Tengah.
Menurut Adi, sejarah pemilu menunjukkan PDIP hampir selalu menjadi kekuatan dominan di provinsi tersebut. Bahkan, partai-partai besar yang telah lama berada di parlemen pun belum mampu menggeser posisi PDIP sebagai pemenang pemilihan legislatif di Jawa Tengah.
“Nyaris tidak bisa dibantah bahwa PDIP memang masih sangat dominan di Jawa Tengah. Bukan hanya PSI, partai-partai besar seperti Golkar, PKB, maupun Gerindra pun belum pernah mampu mengalahkan PDIP di sana,” ujar Adi dalam tayangan di kanal YouTube miliknya.
Ia menilai kondisi itu membuat sebagian kalangan menganggap langkah Kaesang tidak otomatis menjadi ancaman besar bagi partai berlambang banteng tersebut. Terlebih, PSI hingga kini belum memiliki pengalaman lolos sebagai peserta parlemen di tingkat nasional.
Adi mengatakan, perbedaan kapasitas elektoral antara PSI dan PDIP masih cukup lebar jika melihat hasil pemilu sebelumnya. Karena itu, persaingan di Solo Raya dinilai belum berada pada level yang seimbang.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa pencalonan Kaesang tetap memiliki daya tarik politik yang besar. Status Kaesang sebagai tokoh nasional sekaligus putra Presiden ke-7 RI Joko Widodo berpotensi meningkatkan perhatian publik terhadap kontestasi di Dapil Jawa Tengah V.
Selain faktor figur, keputusan tersebut juga dipandang sebagai strategi PSI untuk memperkuat basis dukungan di wilayah yang memiliki nilai historis dan politik penting. Solo selama ini dikenal sebagai salah satu kantong suara utama PDIP sekaligus daerah yang memiliki kedekatan dengan keluarga Presiden Jokowi.
Adi menilai hasil kontestasi nanti akan menjadi ukuran apakah popularitas figur mampu diterjemahkan menjadi dukungan elektoral yang signifikan bagi partai. Menurutnya, popularitas saja belum tentu cukup jika tidak diikuti mesin partai dan basis suara yang kuat.
Dengan demikian, pencalonan Kaesang di Solo Raya diperkirakan akan menjadi salah satu pertarungan politik yang paling menarik menjelang Pemilu Legislatif 2029. Di satu sisi, PSI berupaya memperluas pengaruh politiknya, sementara di sisi lain PDIP masih dinilai memiliki modal elektoral yang sangat kuat untuk mempertahankan dominasinya di Jawa Tengah.