MUI Tegaskan Domino Halal, Ini Batasannya
Pandangan masyarakat terhadap permainan domino mulai mengalami perubahan setelah Majelis Ulama Indonesia (MUI) memberikan penjelasan resmi terkait hukumnya. Aktivitas yang sebelumnya kerap dilekatkan pada hiburan santai hingga praktik perjudian, kini dinilai dapat dilakukan secara sah selama mengikuti batasan yang telah ditentukan.
Keputusan tersebut menjadi angin segar bagi komunitas pemain domino di Indonesia. Banyak pihak menilai kejelasan ini mampu mengikis stigma negatif sekaligus membuka ruang bagi pengembangan domino sebagai aktivitas yang lebih bernilai.
Dalam pertimbangannya, domino dipandang memiliki unsur kecerdasan yang kuat. Permainan ini menuntut kemampuan berpikir taktis serta ketepatan dalam mengambil keputusan di setiap langkah.
Tidak hanya mengandalkan strategi, pemain juga dituntut mampu membaca pola permainan lawan secara cermat. Hal ini menjadikan domino sebagai permainan yang lebih mengedepankan kemampuan analisis dibanding sekadar keberuntungan.
Meski demikian, MUI menegaskan adanya batas tegas yang tidak boleh dilanggar. Permainan ini hanya diperbolehkan apabila tidak disertai dengan praktik taruhan dalam bentuk apa pun.
“Selama tidak ada unsur judi dan tidak melalaikan kewajiban, permainan seperti ini pada dasarnya diperbolehkan,” demikian penegasan yang merujuk pada pandangan MUI terkait aktivitas permainan berbasis strategi.
Selain itu, domino juga diharapkan menjadi sarana interaksi sosial yang sehat. Nilai kebersamaan dan silaturahmi menjadi tujuan utama yang perlu dijaga dalam setiap permainan.
Pemain pun diingatkan agar tidak mengabaikan kewajiban utama, baik dalam hal ibadah maupun tanggung jawab sosial. Aktivitas bermain tidak boleh mengganggu keseimbangan kehidupan sehari-hari.
Ketua Umum PB PORDI, Andi Jamaro Dulung, menyambut baik kejelasan tersebut. Ia menilai domino memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai olahraga berbasis kecerdasan.
“Domino bukan sekadar permainan hiburan, tetapi juga melatih logika, strategi, dan konsentrasi. Jika dikelola dengan baik, ini bisa menjadi cabang olahraga yang melahirkan atlet berprestasi,” ujar Andi Jamaro Dulung.




