Kemhan Siapkan Prajurit TNI Hadapi Perang Modern

Ilustrasi seragam TNI.

Transformasi teknologi pertahanan terus menjadi perhatian pemerintah dalam memperkuat kemampuan militer nasional. Salah satu yang kini mendapat perhatian serius adalah pengembangan sumber daya manusia yang mampu mengoperasikan sistem pesawat tanpa awak atau drone tempur.

Hal tersebut terlihat dalam penutupan Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) Komponen Cadangan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang digelar di Lanud Halim Perdanakusuma. Dalam kegiatan itu, diperlihatkan personel TNI yang telah memiliki kemampuan mengendalikan berbagai jenis drone untuk kebutuhan operasi militer.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan, Rico Ricardo Sirait, menjelaskan bahwa para personel tersebut berasal dari TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara yang telah menjalani pendidikan khusus terkait teknologi drone.

Menurut Rico, kemampuan tersebut diperoleh melalui berbagai program pelatihan baik di dalam negeri maupun di luar negeri sebagai bagian dari upaya modernisasi pertahanan Indonesia.

“Personel yang ditampilkan merupakan prajurit dari masing-masing matra yang telah mendapatkan pendidikan dan pelatihan terkait sistem drone,” ujarnya.

Ia menuturkan, perkembangan teknologi peperangan global menuntut setiap negara untuk beradaptasi. Saat ini, penggunaan drone semakin dominan dalam berbagai operasi militer karena dinilai mampu meningkatkan efektivitas sekaligus mengurangi risiko terhadap personel di medan tugas.

Karena itu, TNI mulai memperkuat kompetensi prajurit dalam penguasaan teknologi tanpa awak, termasuk drone pengintai maupun drone dengan kemampuan tempur.

“Kemampuan drone menjadi salah satu fokus pengembangan TNI seiring perkembangan karakter peperangan modern yang semakin mengandalkan teknologi tanpa awak,” kata Rico.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada satuan khusus lintas matra yang dibentuk untuk mengoperasikan drone tempur secara terpusat. Seluruh operator yang ada masih berada di bawah struktur masing-masing angkatan.

Rico juga memastikan bahwa pengembangan kemampuan drone, termasuk kemungkinan pembentukan unit khusus di masa depan, masih terus dibahas dan disesuaikan dengan kebutuhan pertahanan nasional.

“Pengembangan kemampuan drone tempur ke depan masih terus dikaji dan disiapkan oleh TNI sesuai kebutuhan pertahanan negara,” tegasnya.

Tutup