Macan Tutul Jawa Kembali Terdeteksi di Hutan Nusakambangan

Macan Tutul

Keberadaan macan tutul Jawa (Panthera pardus melas) kembali terdeteksi di kawasan Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Satu individu satwa dilindungi tersebut tertangkap kamera jebak saat petugas melakukan pemantauan pada 12–15 Oktober 2026.

Temuan itu dikonfirmasi Kepala Resor Konservasi Sumber Daya Alam (RKSDA) Wilayah Cilacap, Wahyono Restanto. Ia mengatakan, rekaman tersebut menunjukkan satu ekor macan tutul dalam kegiatan pemantauan yang berlangsung singkat.

“Iya satu (macan tutul), cuma monitoring sebentar kemarin. Kalau nggak salah mungkin dari antara Selasa malam atau Rabu dini hari kemarin,” kata Wahyono.

Pemantauan dilakukan untuk mengetahui keberadaan satwa liar di kawasan konservasi Nusakambangan. Menurut Wahyono, pengamatan terhadap macan tutul Jawa mencakup sejumlah wilayah, terutama Cagar Alam Nusakambangan Barat dan Cagar Alam Nusakambangan Timur.

Namun, keterbatasan sumber daya membuat kegiatan pemantauan harus disesuaikan dengan wilayah kerja dan kemampuan petugas yang tersedia.

Keberadaan macan tutul Jawa di Nusakambangan sebenarnya telah terdeteksi dalam pemantauan sebelumnya. Sejumlah individu dilaporkan kerap terlihat di bagian barat pulau tersebut.

Selain menjadi habitat macan tutul Jawa, Nusakambangan juga dihuni berbagai satwa liar lainnya, seperti kancil, kijang, landak, binturong, kucing hutan, dan musang.

Macan tutul Jawa merupakan satwa yang dilindungi dan memiliki peran penting dalam ekosistem hutan. Sebagai predator, satwa ini membantu menjaga keseimbangan populasi hewan lain dalam rantai makanan.

Rekaman terbaru tersebut menjadi salah satu bukti keberadaan macan tutul Jawa di habitat alaminya. Pemantauan secara berkelanjutan serta perlindungan kawasan hutan diperlukan untuk mendukung upaya konservasi, termasuk mengurangi gangguan terhadap satwa dan lingkungan tempat hidupnya.

Tutup