Lonjak Beras Meroket Tinggi, Pengusaha Ini Tawarkan Ubi Ungu Pengganti Nasi

Iliustrasi beras

Pengusaha makanan sehat Hotto Purto, Guntur menyampaikan bahwa ubi ungu dapat menjadi alternatif sumber karbohidrat dalam pola makan seimbang masyarakat Indonesia. Hal ini disampaikan di tengah lonjakan harga beras di pasar yang terus meroket.

“Betul (alternatif nasi) bisa dari umbi-umbian,” kata Guntur, dalam konferensi pers pengumuman brand ambasador dan jingle baru Hotto, di Jakarta Pusat, Minggu (25/2/2024).

Guntur bercerita, salah satu kota di dunia yang masyarakat penduduknya menjadikan umbi-umbian seperti ubi ungu sebagai makanan pokok adalah di Okinawa, Jepang.

Menurut Guntur, masyarakat Indonesia bisa menjadikan Kota Okinawa, Jepang sebagai percontohan pola hidup dan makan sehat. Pasalnya, kota ini masuk dalam kategori zona biru (blue zone) yakni wilayah di dunia yang penduduknya memiliki harapan hidup lebih lama dan sehat.

Jepang menempati peringkat ketiga dari 190 negara dengan angka harapan hidup paling lama di dunia yakni rata-rata mencapai 90 tahun. Sementara, Indonesia berada di peringkat ke 130 dari 190 negara, dengan angka harapan hidup rata-rata 68 tahun.

Guntur menyampaikan, jarak angka harapan hidup ini salah satunya diakibatkan oleh perbedaan pola hidup dan makan masyarakat kedua negara. Jepang merupakan negara dengan risiko penyakit jantung, obesitas, diabetes dan kolesterol yang lebih rendah ketimbang Indonesia.

“Semuanya ujung-ujungnya tentang pola makan. Jadi, kalau kita (masyarakat Indonesia) mau hidup lebih lama, harus benerin pola makan. Kita tinggal contoh saja apa yang mereka (masyarakat Jepang) konsumsi ke dalam tubuh mereka sehari-hari,” kata Guntur.

Sumber: Beritasatu.com

Tutup