Jamaah Haji Indonesia Langgar Aturan Barang Bawaan
Petugas bandara internasional Bandara Internasional King Abdulaziz membongkar paksa koper milik jamaah haji asal Indonesia setelah mesin X-ray mendeteksi adanya barang mencurigakan dalam jumlah tidak wajar saat proses pemeriksaan kedatangan di Jeddah.
Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan sekitar 100 slop rokok yang disimpan di dalam koper jamaah tersebut. Seluruh rokok kemudian langsung disita karena melanggar aturan barang bawaan yang berlaku bagi jamaah haji di Arab Saudi.
Padahal, sesuai ketentuan, setiap jamaah haji hanya diperbolehkan membawa maksimal dua slop rokok untuk keperluan pribadi. Jumlah yang ditemukan di koper jamaah itu dinilai jauh melebihi batas kewajaran.
Kepala Daerah Kerja Bandara PPIH Arab Saudi, Abdul Basir, membenarkan adanya penemuan tersebut. Ia mengatakan koper jamaah dibuka setelah petugas mendapati indikasi barang terlarang saat proses pemindaian X-ray.
“Nah, barang-barang itu setelah dicek ternyata ada rokok dalam jumlah yang cukup besar. Diperkirakan itu ada sekitar 100 slop dari salah satu embarkasi di Indonesia,” ujar Abdul Basir kepada tim Media Center Haji di Jeddah, Minggu (17/5) waktu Arab Saudi.
Menurutnya, kasus tersebut kembali menunjukkan masih adanya jamaah yang nekat membawa barang dalam jumlah berlebihan meski aturan sudah berulang kali disosialisasikan sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.
Pihak penyelenggara haji juga mengingatkan bahwa pemeriksaan barang bawaan jamaah di Arab Saudi dilakukan sangat ketat, terutama terhadap barang yang dicurigai untuk kepentingan perdagangan atau melanggar aturan kepabeanan setempat.
Selain rokok, petugas haji sebelumnya juga beberapa kali menemukan barang-barang tidak lazim yang dibawa jamaah Indonesia, mulai dari makanan dalam jumlah berlebihan hingga benda tertentu yang dilarang masuk ke wilayah Arab Saudi.
Temuan ratusan slop rokok tersebut kini menambah daftar pelanggaran barang bawaan jamaah haji Indonesia pada musim haji tahun ini. Petugas mengimbau seluruh jamaah mematuhi aturan agar proses ibadah berjalan lancar tanpa kendala pemeriksaan.
“Kami berharap jamaah memahami aturan yang berlaku dan tidak membawa barang secara berlebihan karena dapat menghambat proses pemeriksaan di bandara,” kata Abdul Basir.





