Ini Daftar Homeless Media yang Dirangkul Pemerintah
Perubahan pola konsumsi informasi masyarakat membuat pemerintah mulai menggeser strategi komunikasi publiknya. Jika sebelumnya penyebaran informasi lebih bertumpu pada televisi, radio, dan portal berita, kini pemerintah mulai masuk lebih dalam ke ekosistem media sosial yang pertumbuhannya jauh lebih cepat dan masif.
Langkah itu terlihat dari pembentukan New Media Forum oleh Badan Komunikasi. Forum ini menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah dengan puluhan kanal digital yang selama ini dikenal sebagai Homeless Media.
Istilah Homeless Media merujuk pada media berbasis media sosial yang tidak memiliki struktur media konvensional seperti kantor redaksi, perusahaan pers besar, atau portal berita utama. Kontennya tersebar melalui Instagram, TikTok, YouTube, dan berbagai platform digital lain.
Meski tanpa “rumah” media formal, pengaruh mereka dinilai sangat besar. Banyak akun digital memiliki jutaan pengikut dan mampu membentuk percakapan publik hanya dalam waktu singkat.
Pemerintah menilai kondisi tersebut tidak bisa lagi diabaikan. Karena itu, pendekatan yang dipilih bukan membatasi, melainkan menggandeng mereka sebagai mitra komunikasi publik.
Kepala Badan Komunikasi, Muhammad Qodari, mengatakan masyarakat saat ini lebih aktif mengonsumsi informasi dari kanal digital dibanding media konvensional.
“Hari ini realitas komunikasi publik sudah berubah. Masyarakat banyak berada di platform digital, sehingga pemerintah juga harus hadir di ruang yang sama,” ujar Muhammad Qodari dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Dalam New Media Forum, pemerintah menggandeng berbagai akun digital populer dari beragam kategori konten, mulai dari informasi publik, edukasi, hiburan, musik, finansial, hingga gaya hidup.
Sejumlah nama yang masuk dalam daftar kolaborasi di antaranya Folkative, Indozone, Kok Bisa, Ngomongin Uang, Goodstats, Dagelan, hingga CXO Media.
Qodari mengakui Homeless Media memiliki karakter berbeda dibanding media arus utama, terutama dalam aspek verifikasi dan prinsip cover both side.
“Salah satu tantangan media baru adalah soal keseimbangan pemberitaan. Ini yang ingin kami bangun bersama agar kualitasnya semakin baik,” katanya.
Meski demikian, pemerintah menilai kanal digital tetap memiliki kekuatan besar dalam menjangkau masyarakat luas, khususnya generasi muda yang semakin jarang mengakses media konvensional.
“Kalau dijauhi, komunikasi justru akan sulit. Karena itu kami memilih membangun dialog dan kolaborasi agar komunikasi publik berjalan lebih efektif,” tambah Muhammad Qodari.
Beberapa Homeless Media atau kanal digital yang resmi tergabung dalam New Media Forum bentukan Badan Komunikasi antara lain:
- Folkative
- Indozone
- Indomusikgram
- Infipop
- USS Feeds
- Bapak-bapak ID
- Menjadi Manusia
- GNFI
- Kok Bisa
- Taubatters
- Pandemictalks
- Kawan Hawa
- Volix
- Ngomongin Uang
- Big Alpha
- Goodstats
- Hai Dudu
- Proud Project
- Kumpul Leaders
- CXO Media
- The Mapple Media
- Melodi Alam
- Mahasiswa dan Jakarta
- Mature Indonesia
- Dagelan
- Creativox





