Indonesia Peringkat Kedua di Asia soal Sugar Daddy
Indonesia pernah masuk dalam daftar negara Asia dengan jumlah pengguna kategori sugar daddy yang cukup tinggi berdasarkan data platform kencan SeekingArrangement yang dirilis pada 2021.
Dalam data tersebut, Indonesia menempati posisi kedua di Asia dengan sekitar 60.250 pengguna yang dikategorikan sebagai sugar daddy. Posisi pertama ditempati India dengan jumlah sekitar 338.000 pengguna.
Di kawasan Asia Tenggara, jumlah pengguna yang tercatat dari Indonesia menjadi yang tertinggi. Malaysia berada di posisi berikutnya dengan sekitar 42.500 pengguna.
Namun, angka tersebut tidak bisa diartikan sebagai jumlah keseluruhan sugar daddy di Indonesia. Data yang dirilis SeekingArrangement hanya mencerminkan pengguna yang tercatat dalam platform tersebut pada saat pengumpulan data.
Artinya, angka 60.250 bukan hasil sensus atau pendataan resmi pemerintah. Data tersebut juga tidak mencakup orang yang menjalani hubungan serupa tetapi tidak menggunakan platform SeekingArrangement.
Fenomena sugar dating sendiri menggambarkan relasi antara dua pihak yang disertai pemberian dukungan finansial atau materi berdasarkan kesepakatan tertentu.
Saat merilis data tersebut pada 2021, SeekingArrangement mengaitkan perkembangan fenomena sugar dating di sejumlah negara Asia dengan kondisi sosial dan ekonomi. Kesenjangan ekonomi serta tingginya biaya pendidikan tinggi disebut menjadi sejumlah faktor yang dapat memengaruhi fenomena tersebut.
Meski demikian, angka yang tercatat dalam platform tidak serta-merta menunjukkan bahwa kondisi tersebut mewakili masyarakat secara keseluruhan.
Dengan demikian, posisi Indonesia dalam daftar tersebut lebih tepat dipahami sebagai gambaran jumlah pengguna SeekingArrangement yang masuk kategori sugar daddy pada 2021, bukan data resmi mengenai jumlah sugar daddy di Indonesia.



