Imbas IHSG Loyo, Pimpinan DPR, Danantara dan OJK Turun Gunung

Wakil Ketua DPR RI, OJK, Danantara, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Bursa Efek Indonesia (BEI).

Wakil Ketua DPR RI melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Bursa Efek Indonesia (BEI) di tengah tekanan yang masih membayangi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Selasa (19/5/2026).

Kunjungan tersebut berlangsung di gedung BEI, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat. Dasco hadir bersama CEO Danantara Indonesia, Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, serta Ketua Dewan Komisioner OJK.

Rombongan tiba sekitar pukul 10.27 WIB dan langsung menuju ruang pertemuan di lantai atas gedung BEI. Pertemuan berlangsung tertutup dan membahas kondisi pasar modal nasional di tengah tekanan global yang masih berlangsung.

Dalam kunjungannya, Dasco mengatakan pihaknya mendengarkan langsung pemaparan dari pengelola bursa terkait berbagai langkah penguatan pasar modal, termasuk upaya meningkatkan kepercayaan investor global maupun investor retail dalam negeri.

“Kami mendengarkan paparan dari pengelola bursa, bagaimana mereka menyempurnakan regulasi-regulasi yang bisa meyakinkan dan juga membuat para investor lokal merasa nyaman,” ujar Dasco.

Ia menilai pertumbuhan jumlah investor retail yang terus meningkat menjadi sinyal positif terhadap kepercayaan masyarakat terhadap pasar modal Indonesia.

“Sehingga tadi kita lihat bahwa pertumbuhan investor lokal atau retail terus bertambah,” lanjutnya.

Dasco optimistis fundamental ekonomi dan pasar modal Indonesia masih cukup kuat untuk menghadapi tekanan global. Ia berharap berbagai langkah yang dilakukan regulator dan pengelola bursa dapat mulai menunjukkan hasil positif dalam waktu dekat.

“Dengan fundamental yang ada, saya yakin bursa di Indonesia akan semakin kuat ke depan. Mudah-mudahan kita akan melihat hasilnya setelah tanggal 29 ini,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada direksi Bursa Efek Indonesia dan OJK yang dinilai terus bekerja keras menjaga stabilitas pasar di tengah dinamika ekonomi global maupun kondisi domestik.

Sementara itu, CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menilai berbagai langkah afirmatif yang dilakukan OJK dan BEI menjadi bagian penting dalam memperkuat transparansi dan kualitas pasar modal nasional.

“Approach kita bukan harian atau bulanan, tapi jangka panjang. Saya sangat meyakini ke depannya bursa kita akan terus bertumbuh baik dari segi market kapitalisasi, emiten, maupun investornya,” ujar Rosan.

Menurut Rosan, peningkatan jumlah investor retail menjadi indikator meningkatnya optimisme publik terhadap pasar modal Indonesia. Ia menyebut jumlah investor retail kini mencapai sekitar 27 juta investor, naik dibanding tahun sebelumnya sekitar 20 juta investor.

“Logikanya peningkatan ini terjadi karena investor yakin bahwa bursa kita makin baik ke depannya dan promising,” tuturnya.

Di sisi lain, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan pelemahan IHSG dalam beberapa hari terakhir masih sejalan dengan tren pelemahan bursa regional akibat tekanan geopolitik global dan ekspektasi kebijakan moneter Amerika Serikat yang masih agresif.

“Kami melihat banyak juga bursa-bursa lain yang turunnya lebih dalam. Kalaupun ada yang naik itu naik tipis pada hari ini,” kata Friderica.

Berdasarkan data perdagangan RTI, IHSG sempat dibuka di level 6.599 sebelum melemah ke posisi 6.565,30 atau turun 0,51 persen. Namun pada perdagangan pagi, indeks kembali bergerak ke zona hijau dan sempat menguat ke level 6.604.

Secara year to date (YtD), IHSG diketahui masih mengalami tekanan cukup dalam dan terkoreksi sekitar 24 persen sejak awal tahun. Kondisi tersebut membuat perhatian pemerintah dan regulator terhadap stabilitas pasar keuangan semakin meningkat.

Tutup