Harga Minyak Goreng melonjak Drastis, Waduh Para Produsen menaikkan Harga

(Foto: Anya Fatma/Seputarpapua)

Sebagai negara penghasil CPO terbesar di dunia, Indonesia memiliki pasokan minyak sawit yang selalu melimpah. Pasalnya, perusahaan-perusahaan pembuat minyak goreng besar menggarap perkebunan kelapa sawitnya di atas tanah negara yang diberikan pemerintah melalui skema pemberian hak guna usaha (HGU).

Meskipun demikian, pemerintah tidak dapat menuntut produsen menurunkan harga minyak goreng yang sedang melonjak drastis saat ini. Harga CPO global masih di atas 1.300 dollar AS per ton. Hingga akhir tahun nanti, harganya diperkirakan terkoreksi, tapi masih relatif tinggi.

Pemerintah memilih alternative lain dengan mengeluarkan uang negara sebesar Rp 3,6 triliun daripada memaksa perusahaan pembuat minyak goreng mengikuti aturan HET.

Dilansir dari Harian Kompas, Kementerian Perdagangan akan mengubah harga eceran tertinggi atau HET minyak goreng kemasan sederhana di tingkat konsumen dari Rp 11.000 per liter menjadi Rp 14.000 per liter.

Gabungan Asosiasi Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) memperkirakan harga CPO dunia berkisar 1.000 dollar AS per ton-1.250 dollar AS per ton, dalam Konferensi Minyak Sawit Indonesia ke-17 dan Tinjauan Harga 2022.

Mengutip laman Pusat Informasi Pangan Strategis Nasional (PIHPS) pada Sabtu (8/1/2022), harga minyak goreng per kilogramnya dijual di kisaran Rp 19.000 sampai dengan Rp 24.000.

Harga minyak kelapa sawit mentah atau CPO dunia diprediksi akan tetap tinggi pada tahun ini.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Oke Nurwan mengatakan, HET itu akan berlaku permanen untuk menggantikan HET sebelumnya.

Sumber : Kompas.com

Editor: Shelly Oktaviani

Tutup