GMNI: Kisruh Tirta Bhagasasi Jangan Ganggu Pelayanan Publik
DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Bekasi meminta Pemerintah Kabupaten Bekasi segera mengambil langkah untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi di internal Perumda Tirta Bhagasasi. Organisasi mahasiswa tersebut menilai kondisi yang tidak kondusif di tubuh perusahaan daerah berpotensi memengaruhi kualitas pelayanan kepada masyarakat apabila tidak segera ditangani.
Ketua DPC GMNI Kabupaten Bekasi, Mustakim, mengatakan setiap persoalan di lingkungan organisasi merupakan hal yang wajar. Namun, menurutnya, konflik internal tidak boleh dibiarkan berlarut-larut hingga mengganggu jalannya roda organisasi maupun pelayanan publik.
“Persoalan internal harus segera diselesaikan secara profesional. Jangan sampai perbedaan yang terjadi justru menghambat kinerja perusahaan dan berdampak kepada pelayanan masyarakat,” ujar Mustakim, Selasa (21/7/2026).
Ia menilai disharmonisasi di lingkungan Perumda Tirta Bhagasasi berpotensi memunculkan polarisasi di antara pegawai apabila tidak dikelola dengan baik. Kondisi tersebut dikhawatirkan akan mengurangi kekompakan organisasi dan memperlambat pelaksanaan program kerja perusahaan.
Menurut Mustakim, perusahaan daerah membutuhkan kepemimpinan yang mampu membangun komunikasi, menjaga soliditas pegawai, serta memastikan seluruh elemen organisasi bekerja dengan tujuan yang sama.
“Yang dibutuhkan saat ini adalah komunikasi yang sehat, kepemimpinan yang mampu menyatukan seluruh pegawai, dan tata kelola yang profesional agar perusahaan tetap fokus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.
GMNI pun mendorong Kuasa Pemilik Modal (KPM) bersama Dewan Pengawas (Dewas) melakukan evaluasi secara objektif terhadap kondisi yang terjadi di internal perusahaan. Langkah tersebut dinilai penting untuk memulihkan kepercayaan pegawai sekaligus memperkuat tata kelola Perumda Tirta Bhagasasi.
“Harapan kami evaluasi dilakukan secara menyeluruh dan objektif. Tujuannya bukan mencari siapa yang salah, tetapi memastikan perusahaan kembali solid sehingga seluruh program kerja dapat berjalan maksimal untuk kepentingan masyarakat Kabupaten Bekasi,” tegas Mustakim.






