Raja Norwegia Harald V Meninggal, Indonesia Sampaikan Duka

Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono.

Pemerintah Indonesia menyampaikan duka cita atas meninggalnya Raja Norwegia Harald V yang wafat pada usia 89 tahun.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menjadi perwakilan Pemerintah Indonesia yang menyampaikan penghormatan atas kepergian Raja Harald V. Sugiono menuliskan pesan belasungkawa dalam Book of Condolence atau buku dukacita yang tersedia di Kedutaan Besar Norwegia di Jakarta.

Pengisian buku dukacita tersebut dilakukan Sugiono pada Selasa (1/9/2026). Dalam pesannya, ia menyampaikan simpati dan belasungkawa atas nama pemerintah serta rakyat Indonesia kepada Kerajaan Norwegia.

“Atas nama Pemerintah dan rakyat Republik Indonesia, saya menyampaikan simpati dan belasungkawa kepada Kerajaan Norwegia dan rakyatnya atas wafatnya Yang Mulia Raja Harald V,” ujar Sugiono dalam keterangannya, Rabu (2/9/2026).

Sugiono juga mengenang Raja Harald V sebagai pemimpin yang memiliki sejumlah kualitas yang dihormati selama masa pemerintahannya.

“Raja Harald V akan selalu dikenang dan dihormati atas kepemimpinan, kehangatan, dedikasi, dan kerendahan hatinya. Warisan kepemimpinannya akan terus menginspirasi generasi mendatang,” lanjut Sugiono.

Menurut Kementerian Luar Negeri, kehadiran Sugiono di Kedutaan Besar Norwegia sekaligus menjadi bentuk penghormatan Indonesia terhadap keluarga kerajaan, pemerintah, dan masyarakat Norwegia yang tengah berduka.

Raja Harald V diketahui meninggal dunia pada Jumat (28/8/2026) waktu setempat. Ia mengembuskan napas terakhir dalam usia 89 tahun.

Harald V naik takhta dan memimpin Norwegia selama sekitar 35 tahun. Dalam masa pemerintahannya, ia dikenal sebagai sosok yang memiliki visi serta dinilai turut berperan dalam menjaga dan memperkuat persatuan masyarakat Norwegia.

Kepergian Raja Harald V menjadi akhir dari perjalanan panjang kepemimpinannya sekaligus meninggalkan warisan yang dikenang oleh masyarakat Norwegia.

Tutup