BEI Buka Peluang Akses Investasi ke Pasar Global
Keterhubungan pasar modal Indonesia dengan pasar internasional mulai dijajaki Bursa Efek Indonesia (BEI). Upaya tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan perusahaan broker-dealer berbasis teknologi asal Amerika Serikat, AlpacaDB Inc.
Penjajakan itu ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara BEI dan Alpaca di Jakarta, Selasa (1/9/2026). Kesepakatan tersebut ditandatangani Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik dan Co-Founder sekaligus CEO Alpaca, Yoshi Yokokawa.
Kerja sama ini menjadi langkah awal bagi kedua pihak untuk mempelajari kemungkinan terbentuknya konektivitas pasar modal lintas negara. Skema yang dikaji tidak hanya diarahkan untuk memperluas akses investor Indonesia ke luar negeri, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku pasar internasional untuk menjangkau pasar modal Indonesia.
Jeffrey mengatakan, kebutuhan terhadap pilihan investasi yang lebih beragam menjadi salah satu pertimbangan BEI dalam menjajaki kerja sama tersebut. Menurutnya, Anggota Bursa (AB) membutuhkan alternatif akses terhadap instrumen investasi di pasar global yang dapat dikembangkan dalam kerangka aturan yang jelas.
“Melalui penandatanganan MoU ini, kami mengeksplorasi peluang untuk membuka akses pasar modal yang lebih luas secara timbal balik,” kata Jeffrey dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Ia menjelaskan, peluang kerja sama tersebut dapat diarahkan untuk memberikan akses yang lebih luas kepada Anggota Bursa di Indonesia terhadap pasar global. Pada saat yang sama, broker dan investor dari luar negeri juga berpotensi memperoleh akses terhadap pasar modal Indonesia.
Pembahasan mengenai akses ke pasar luar negeri dilakukan seiring dengan perkembangan ekosistem investasi di Indonesia. Sebelumnya, masyarakat Indonesia telah memiliki sejumlah jalur untuk bertransaksi di pasar luar negeri melalui ekosistem pasar berjangka.
Perubahan kewenangan pengaturan dan pengawasan produk derivatif keuangan, termasuk Penyaluran Amanat Luar Negeri (PALN), kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) turut menjadi bagian dari perkembangan regulasi yang diperhatikan BEI dalam melakukan kajian.
Dalam kerja sama tersebut, BEI bersama Alpaca akan mempelajari kemungkinan mekanisme transaksi efek luar negeri yang dapat digunakan oleh Anggota Bursa. Kajian akan mempertimbangkan aspek keamanan, struktur transaksi, serta kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku di Indonesia.
Konsep yang dibahas juga memungkinkan terbentuknya hubungan dua arah. Artinya, peluang yang dikaji bukan hanya mengenai bagaimana investor domestik dapat memperoleh akses terhadap instrumen di pasar global, tetapi juga bagaimana investor dan broker asing dapat terhubung dengan produk serta pelaku pasar di Indonesia.
Alpaca menjadi salah satu pihak yang dilibatkan dalam penjajakan karena memiliki pengalaman di bidang teknologi finansial dan transaksi lintas pasar. Perusahaan tersebut merupakan broker-dealer berbasis teknologi di Amerika Serikat dan tercatat sebagai anggota kliring serta terdaftar di Financial Industry Regulatory Authority (FINRA).
Selanjutnya, kedua pihak akan melakukan pertukaran informasi dan pengetahuan mengenai model akses pasar internasional. Pembahasan mencakup mekanisme transaksi melalui broker-dealer asing serta kemungkinan penerapan model tersebut dengan menyesuaikan karakteristik dan regulasi pasar modal Indonesia.
Kendati demikian, kerja sama BEI dan Alpaca belum sampai pada tahap penentuan model bisnis atau layanan yang akan dijalankan. MoU yang ditandatangani saat ini masih menjadi dasar untuk melakukan eksplorasi dan kajian lebih lanjut.
Jeffrey menekankan bahwa pembukaan akses ke pasar internasional tidak dapat dilakukan secara sepihak. BEI akan melibatkan regulator, Anggota Bursa, dan pemangku kepentingan lainnya dalam setiap tahapan pembahasan.
Koordinasi dengan OJK nantinya diperlukan untuk memastikan aspek regulasi, mekanisme transaksi, serta perlindungan terhadap investor menjadi bagian dari kajian sebelum suatu skema benar-benar diterapkan.
Sementara itu, Yoshi Yokokawa menilai perkembangan komunitas investor Indonesia menjadi salah satu faktor yang membuat pasar Indonesia memiliki prospek dalam membangun konektivitas dengan pasar global.
Menurut Yoshi, kerja sama dengan BEI dapat menjadi bagian dari upaya mempertemukan institusi keuangan dan nasabah Indonesia dengan peluang investasi internasional, sekaligus memperkenalkan pasar modal Indonesia kepada investor dari berbagai negara.
“Indonesia memiliki salah satu komunitas investor yang paling dinamis dan berkembang pesat di dunia,” ujar Yoshi.
Apabila hasil kajian nantinya memungkinkan untuk diterapkan, kerja sama tersebut berpotensi memperluas hubungan pasar modal Indonesia dengan ekosistem investasi internasional.
Namun, implementasinya masih harus melalui proses kajian dan pembahasan bersama regulator. Bentuk akhir akses pasar lintas negara, termasuk mekanisme transaksinya, akan ditentukan berdasarkan ketentuan dan persetujuan yang berlaku.


