Gaji Tertunggak Tiga Bulan, Petugas Kebersihan Tumpahkan Sampah di Kantor Bupati Buru Selatan

Ilustrasi uang.

Halaman kantor pemerintahan di Kabupaten Buru Selatan mendadak dipenuhi tumpukan sampah pada Kamis pagi, 12 Maret 2026. Aksi tersebut dilakukan oleh para petugas kebersihan sebagai bentuk protes terhadap keterlambatan pembayaran gaji yang disebut sudah berlangsung selama tiga bulan.

Peristiwa ini langsung menyita perhatian publik setelah sebuah video siaran langsung diunggah melalui akun Facebook milik seorang warga. Dalam rekaman tersebut terlihat gunungan sampah menutupi sebagian area depan kantor pemerintahan setempat.

Lokasi yang menjadi sasaran aksi protes adalah halaman Kantor Bupati Buru Selatan. Tumpukan sampah tampak berserakan di sekitar akses masuk kantor, sehingga sempat mengganggu aktivitas di lingkungan perkantoran pada pagi hari.

Salah satu petugas yang berjaga di lokasi, Latuamury dari satuan Satuan Polisi Pamong Praja, mengatakan bahwa aksi tersebut terjadi sekitar pukul 05.30 WIT. Saat itu, sejumlah truk pengangkut sampah datang dan langsung menurunkan muatan mereka di depan gerbang kantor.

“Sekitar tiga truk datang bersamaan dan langsung membongkar muatan sampah di depan pintu masuk,” ujar Latuamury kepada warga yang berada di lokasi kejadian.

Aksi ini dipicu kekecewaan para petugas kebersihan yang bekerja di bawah naungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buru Selatan. Mereka mengaku tetap menjalankan tugas seperti biasa meski upah yang menjadi hak mereka belum dibayarkan selama beberapa bulan terakhir.

Dalam sejumlah unggahan yang beredar di media sosial, disebutkan bahwa keterlambatan pembayaran gaji diduga berkaitan dengan perubahan mekanisme pengelolaan tenaga kerja di lingkungan pemerintah daerah.

Memasuki tahun anggaran 2026, Pemerintah Kabupaten Buru Selatan mulai menerapkan sistem kerja melalui pihak ketiga atau skema outsourcing bagi tenaga kebersihan. Perubahan tersebut juga diikuti dengan penyesuaian pengelolaan anggaran pembayaran upah.

Jika sebelumnya pembayaran dilakukan melalui dinas teknis terkait, kini pengelolaannya disebut berada di bawah koordinasi Sekretariat Daerah Kabupaten Buru Selatan. Perubahan administrasi ini diduga menyebabkan proses pencairan gaji menjadi terhambat.

Situasi tersebut semakin menjadi sorotan karena masyarakat Muslim akan segera menyambut Idul Fitri 1447 Hijriah. Para petugas kebersihan berharap pemerintah daerah dapat segera menyelesaikan tunggakan gaji agar mereka bisa memenuhi kebutuhan keluarga menjelang hari raya.

Hingga laporan ini disusun, pihak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buru Selatan maupun Sekretariat Daerah Kabupaten Buru Selatan belum memberikan keterangan resmi terkait solusi atas persoalan pembayaran upah para petugas kebersihan tersebut.

Tutup