Film Thriller Animals Angkat Sisi Gelap Moralitas Manusia
Ben Affleck kembali hadir sebagai aktor sekaligus sutradara melalui film thriller berjudul Animals yang kini tayang di Netflix. Film ini mengisahkan kandidat wali kota Los Angeles yang terjebak dalam krisis setelah putranya diculik, memaksanya menghadapi situasi yang menguji kepentingan politik, keluarga, dan prinsip moral.
Dalam film tersebut, Affleck memerankan Mark Kimball, seorang kandidat independen dalam pemilihan wali kota Los Angeles. Kampanyenya tengah terbebani utang besar, sementara hari pemungutan suara semakin dekat. Situasi berubah drastis ketika Mark menerima panggilan telepon berisi ancaman bahwa putranya telah diculik.
Peristiwa itu menyeret Mark dan orang-orang di sekitarnya ke dalam rangkaian masalah yang semakin rumit. Istrinya, yang diperankan Kerry Washington, serta asistennya yang dimainkan Steven Yeun, turut terlibat dalam krisis tersebut. Mereka juga berhadapan dengan seorang perantara misterius yang diperankan Gillian Anderson.
Cerita Animals turut melibatkan Adriana Paz sebagai pengurus rumah tangga keluarga Mark dan Luis Gerardo Méndez sebagai kekasihnya. Kehadiran para karakter tersebut memperluas konflik sekaligus menghadirkan beragam kepentingan yang saling berbenturan sepanjang cerita.
Affleck tidak hanya menjadi pemeran utama, tetapi juga bertindak sebagai sutradara, produser, dan penulis bersama. Ia mengaku langsung tertarik untuk menggarap film tersebut setelah membaca naskah aslinya.
Menurut Affleck, daya tarik utama Animals terletak pada pertanyaan mengenai moralitas manusia: apakah seseorang benar-benar memiliki prinsip yang kuat atau justru cenderung membenarkan tindakannya demi kepentingan pribadi.
“Ini adalah cerita tentang apakah seseorang benar-benar memiliki kompas moral, atau apakah kita hanya berusaha melakukan hal yang paling menguntungkan diri sendiri, lalu membangun cerita yang sesuai dengan kompas moral yang ingin kita yakini kepada orang lain,” ujar Affleck.
Ia juga menilai film tersebut memiliki fondasi thriller yang menegangkan. Tantangannya adalah menjaga perhatian penonton agar terus mengikuti perkembangan konflik dan ingin mengetahui apa yang akan terjadi berikutnya.
Affleck sengaja membangun karakter yang tidak sepenuhnya dapat dikategorikan sebagai pahlawan atau tokoh antagonis. Penilaian penonton terhadap setiap karakter diharapkan berubah seiring terungkapnya informasi baru dalam cerita.
“Apa yang benar-benar menarik saya adalah pertanyaan di pusat cerita ini: siapa kita sebenarnya, dan menjadi seperti apa kita ketika topeng kita terlepas?” kata Affleck.
Ia menjelaskan bahwa pemilihan pemain juga mempertimbangkan ekspektasi penonton terhadap para aktor. Affleck meyakini penonton memiliki gambaran tersendiri mengenai dirinya, Kerry Washington, Steven Yeun, dan pemeran lainnya. Karena itu, ia memilih aktor yang dinilai memiliki kemampuan, dapat bekerja sama dengan baik, serta saling menghormati dalam proses produksi.
Dalam membangun karakter Mark Kimball, Affleck turut memanfaatkan kemampuannya berbicara bahasa Spanyol. Kemampuan tersebut ditampilkan melalui sejumlah adegan kampanye Mark di Los Angeles.
Bagi Affleck, penggunaan bahasa Spanyol bukan sekadar detail karakter. Hal itu juga menggambarkan cara Mark membentuk citra dirinya sebagai politisi. Mark digambarkan sebagai seseorang yang menganggap kemampuan berbahasa Spanyol sebagai nilai tambah dalam riwayat hidupnya, meskipun kemampuan tersebut mungkin diperoleh melalui pengalaman belajar yang terbatas.
Melalui Animals, Affleck memadukan ketegangan penculikan dengan konflik politik dan persoalan moral. Cerita tidak hanya berfokus pada upaya menghadapi krisis, tetapi juga pada bagaimana tekanan dapat membuka sisi lain dari seseorang ketika kepentingan pribadi dan prinsip yang selama ini ditampilkan mulai berbenturan.
Film Animals kini tersedia untuk ditonton melalui layanan streaming Netflix.


