Rachel Vennya Buka Donasi
Rachel Vennya menyatakan ikut membantu masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan melalui penggalangan dana. Ia mengaku belum dapat kembali terjun langsung sebagai relawan sehingga memilih memberikan bantuan dari jauh sesuai kemampuannya.
Langkah tersebut disampaikan Rachel melalui akun Threads miliknya setelah seorang warganet meminta figur publik dengan jangkauan media sosial besar turut menyoroti bencana karhutla yang disebut belum tertangani selama lebih dari empat bulan.
Dalam unggahannya, Rachel mengungkapkan telah membuat laman donasi dan menyumbangkan dana secara pribadi. Ia berharap bantuan yang diberikan dapat bermanfaat bagi masyarakat yang tengah menghadapi dampak kebakaran.
“Kak thank you for speaking up ya, aku udah bikin laman donasi dan berdonasi semampunya yang insya Allah aku ikhlas dan berguna, bismillah ya,” tulis Rachel.
Rachel juga menjelaskan bahwa dirinya memiliki keinginan untuk kembali membantu langsung di lokasi bencana, seperti yang pernah dilakukan sebelumnya. Namun, sejumlah pertimbangan membuat ibu dua anak itu belum bisa bergabung sebagai relawan di luar kota.
Karena itu, ia memilih berkontribusi melalui donasi sekaligus mengajak masyarakat untuk membantu dengan cara masing-masing.
“Maaf belum bisa kembali jadi relawan keluar kota seperti dulu karena satu dan lain hal. Maaf ya aku cuma bisa bantu seperti ini caranya,” lanjutnya.
Terkait penggalangan dana, Rachel turut menjelaskan bahwa dirinya sebelumnya pernah menggunakan platform Kitabisa untuk mengumpulkan bantuan saat terjadi gempa. Namun, menurut keterangannya, laman donasi baru belum dapat dibuat karena relawan masih berada di wilayah terdampak dan mengalami kendala sinyal.
“Kalau kakak mau donasi di platform Kitabisa, aku juga sangat bisa, ini halaman page aku saat gempa tapi dari pihak Kitabisa belum bisa bikin laman baru karena relawan masih berada di sana dan susah signal,” jelasnya.
Rachel mengakui bahwa dirinya belum sepenuhnya memahami kondisi masyarakat di lokasi bencana. Ia juga menyampaikan permintaan maaf karena belum dapat memberikan bantuan secara maksimal, tetapi menegaskan tetap berusaha membantu sesuai kapasitasnya.
“Aku minta maaf aku enggak 100 persen paham keadaan di sana dan buat aku as a person, aku selalu mencoba membantu tapi pastinya selalu semampu aku, dan caranya pasti beda-beda kak,” tulisnya.
Respons Rachel muncul setelah akun Threads @ghea* menyampaikan kritik kepada sejumlah figur publik, termasuk Rachel Vennya dan Fuji. Pemilik akun tersebut menilai para selebgram dengan jangkauan luas dapat memanfaatkan pengaruhnya untuk meningkatkan perhatian masyarakat terhadap persoalan yang dinilai penting.
Dalam unggahannya, akun tersebut mempertanyakan minimnya sorotan dari sejumlah figur publik terhadap bencana karhutla dan meminta mereka ikut menyuarakan kondisi masyarakat terdampak.
Menanggapi situasi tersebut, Rachel menjelaskan bentuk bantuan yang telah dilakukannya. Ia memilih membuka donasi dan memberikan sumbangan pribadi, meski belum dapat terlibat langsung dalam kegiatan kemanusiaan di lapangan.
Partisipasi melalui penggalangan dana menjadi salah satu bentuk dukungan yang dapat dilakukan dari jarak jauh. Namun, perkembangan penanganan karhutla serta kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak tetap memerlukan informasi yang terverifikasi agar bantuan dapat disalurkan sesuai kebutuhan.




