Festival Indonesia di Chiba Ricuh, Ini Respons KBRI
Festival Indonesia yang digelar di Chuo Park, Prefektur Chiba, Jepang, menjadi sorotan setelah kericuhan terjadi pada hari kedua pelaksanaan, Minggu (9/8/2026).
Kericuhan tersebut terekam dalam sejumlah video yang kemudian beredar di media sosial. Dalam rekaman, terlihat sejumlah orang terlibat aksi saling dorong hingga terjadi pemukulan di tengah area festival.
Situasi yang semula diharapkan menjadi ajang perkenalan budaya Indonesia kepada masyarakat Jepang itu pun berubah tegang. Sejumlah pengunjung terlihat berusaha menjauh dari lokasi keributan.
Selain kericuhan, penyelenggaraan festival juga mendapat sorotan terkait persoalan ketertiban di lokasi. Beberapa hal yang menjadi perhatian di antaranya aktivitas merokok di area yang disebut memiliki aturan mengenai larangan merokok, serta kondisi kebersihan dengan sampah yang terlihat berserakan di sekitar taman.
Persoalan tersebut turut menjadi bahan perbincangan warganet setelah berbagai rekaman dan informasi mengenai kondisi festival beredar di media sosial.
KBRI Tokyo Pantau Kericuhan
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo turut merespons informasi mengenai kericuhan tersebut. Perwakilan RI di Jepang menyatakan tengah memantau perkembangan situasi dan meminta penjelasan dari pihak penyelenggara.
KBRI Tokyo juga memanggil panitia untuk meminta laporan mengenai kronologi kejadian yang berlangsung pada hari kedua festival.
Langkah tersebut dilakukan untuk memperoleh informasi secara menyeluruh mengenai penyebab kericuhan serta kondisi yang terjadi selama kegiatan berlangsung.
Festival Indonesia sendiri digelar sebagai salah satu sarana memperkenalkan Indonesia kepada masyarakat Jepang. Kegiatan semacam ini biasanya menjadi ruang promosi berbagai aspek budaya Indonesia, mulai dari seni, kuliner hingga produk industri kreatif.
Karena itu, kericuhan yang terjadi menjadi perhatian tersendiri mengingat kegiatan tersebut juga membawa nama Indonesia di ruang publik Jepang.
KBRI Ingatkan WNI Hormati Aturan Lokal
KBRI Tokyo mengingatkan warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Jepang agar menjaga perilaku dan ketertiban ketika mengikuti berbagai kegiatan masyarakat.
WNI juga diminta menghormati hukum, aturan, serta tata krama yang berlaku di lingkungan setempat. Kegiatan kemasyarakatan diharapkan dapat menjadi sarana mempererat hubungan antarmasyarakat sekaligus memperkenalkan citra positif Indonesia.
KBRI menekankan pentingnya menjaga ketertiban agar kegiatan yang membawa unsur promosi budaya Indonesia tidak justru menimbulkan persoalan di tengah masyarakat Jepang.
Hingga kini, pihak terkait masih melakukan penelusuran terhadap rangkaian kejadian yang menyebabkan Festival Indonesia di Chuo Park tersebut berakhir ricuh.




