Dugaan Cashback Rp4.000 dalam Pengadaan Telur MBG Viral
Unggahan seorang peternak ayam petelur asal Sukoharjo, Jawa Tengah, menjadi perhatian di media sosial setelah mengungkap dugaan permintaan cashback dalam transaksi pengadaan telur untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Melalui akun Threads @tre_mony_simo, peternak tersebut membagikan tangkapan layar percakapan WhatsApp dengan seseorang yang disebut mengaku sebagai pihak dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Sukoharjo.
Dalam percakapan itu, pihak yang menghubungi peternak awalnya menanyakan harga telur. Peternak kemudian menyebut harga telur saat itu sebesar Rp21.600 per kilogram.
Namun, pihak pembeli disebut menawarkan skema transaksi dengan mencantumkan harga telur sebesar Rp25.000 per kilogram dalam nota. Selisih Rp4.000 per kilogram tersebut kemudian diminta untuk dikembalikan melalui mekanisme transfer ke rekening perusahaan.
Dalam tangkapan layar yang dibagikan, pihak pembeli menjelaskan skema tersebut dengan menyebut harga pembelian sebenarnya Rp21.000, sementara dalam nota akan dicantumkan Rp25.000.
“Misalnya harga telur saya beli dari jenengan Rp21 ribu, masuk dapur Rp25 ribu. Nanti jenengan dapat pembayaran full Rp25 ribu, tapi nanti Rp4.000-nya ditransfer kembali ke rekening PT karena harga beli saya Rp21.000,” demikian isi pesan dalam tangkapan layar yang diunggah peternak tersebut.
Peternak tersebut kemudian menyampaikan kekecewaannya atas dugaan praktik tersebut. Ia menilai permintaan pengembalian selisih harga dapat merugikan peternak yang selama ini menghadapi tingginya biaya produksi, terutama untuk pakan ternak.
Ia juga mempertanyakan transparansi pengadaan bahan pangan untuk program MBG apabila transaksi dilakukan dengan mencantumkan harga yang berbeda dari harga pembelian sebenarnya.
“Di saat kami peternak ayam petelur pusing cari duit tambahan untuk beli pakan, datanglah Dapur MBG minta cashback Rp4.000 per kilo. Uang negara tidak sampai ke peternak maupun penerima manfaat MBG,” tulisnya.
Unggahan tersebut kemudian mendapat perhatian dari warganet. Sejumlah pengguna media sosial meminta adanya penelusuran lebih lanjut untuk memastikan kebenaran percakapan tersebut sekaligus mengungkap pihak yang terlibat dalam transaksi.
Meski demikian, informasi tersebut masih berupa klaim yang disampaikan melalui media sosial. Belum ada keterangan resmi yang memastikan identitas pihak yang disebut dalam percakapan maupun memastikan apakah skema transaksi tersebut benar-benar terjadi dalam pengadaan MBG.
Karena itu, diperlukan klarifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut dari pihak terkait untuk memastikan fakta di balik dugaan permintaan cashback tersebut, termasuk mekanisme pengadaan, harga pembelian, serta aliran pembayaran dalam transaksi tersebut.



