Dosen Cantik dan Cerdas Ini, Siap Pimpin Katar Harapan Jaya Bekasi

Bakal Calon Ketua Karang Taruna Harapan Jaya,( Fera ). Foto/Dok: Ist.

BEKASI – Sosok perempuan yang berprofesi Dosen ini, Bakal siap maju memimpin Karang Taruna di Kelurahan Harapan Jaya.

Fera Riske bertekad untuk menjembatani aspirasi pemuda dan masyarakat yang ada dilingkungannya.

Menurut dia, Tidak hanya sekedar aktif saja di dalam internal organisasi, namun seorang Ketua harus memiliki jiwa sosial yang tinggi serta kepekaan terhadap setiap problematika yang terjadi.

“Alasan saya maju sebagai calon Ketua Karang Taruna, agar pemuda di Kelurahan Harapan Jaya mampu mengawal serta menjadi motor penggerak pembangunan Kelurahan, serta berkomitmen agar pemuda Kelurahan Harapan Jaya menjadi pusat Pendidikan, Sosial dan Ekonomi Kreatif melalui program-program yang bermitra dengan Kelurahan,” ucap Perempuan cantik yang juga aktif di Karang Taruna RW. 014 Kelurahan Harapan Jaya, Minggu (21/11/2021).

E9B23208 F738 4E89 AA0D 1F1C8DC9E8A0
Sapaan Akrab nya adalah ka Fera.

Dia pun mengatakan, Fokus utama organisasi yang dilatarbelakangi oleh keinginan para pemuda ini adalah untuk mengatasi masalah yang berhubungan dengan kesejahteraan sosial di lingkungannya.

Diketahui Fera adalah Perempuan kelahiran Jakarta yang juga berprofesi sebagai Dosen di salah satu Universitas Kota Bekasi ini, akan maju sebagai salah satu kandidat Calon Ketua Karang Taruna Kel. Harapan Jaya Kec. Bekasi Utara pada Temu Karya yang akan digelar bulan Desember 2021 mendatang.

Diakhir, dirinya juga akan membawa Slogan ‘Melangkah Bersama, Harapan Jaya Maju & Jaya’. Dan optimis membangun Karang Taruna Kelurahan Harapan Jaya sehingga menjadi bahan percontohan untuk Karang Taruna Kelurahan Se-Kota Bekasi hingga Nasional.

“Apabila saya diamanahkan untuk mengemban jabatan Ketua Katar Kelurahan Harapan Jaya, pengembangan Pendidikan, Sosial dan Ekonomi Kreatif akan gencar dilakukan, dan berharap Katar Kelurahan Harapan Jaya menjadi bahan percontohan Katar Kelurahan Se-Kota Bekasi bahkan Nasional”. tutupnya dia yang juga Aktivis Pendidikan dan Sosial.

Editor: Ardi

Tutup