Dampak Perang Meluas, Harga Kondom Berpotensi Naik Signifikan
Produsen kondom terbesar di dunia, Karex, memperingatkan potensi kenaikan harga produk secara global di tengah terganggunya rantai pasok akibat konflik geopolitik. Ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel disebut berdampak langsung pada distribusi bahan baku dan logistik.
CEO Karex, Goh Miah Kiat, mengungkapkan bahwa perusahaan menghadapi tekanan biaya yang signifikan. Kondisi tersebut berpotensi mendorong kenaikan harga kondom di kisaran 20 hingga 30 persen dalam waktu dekat.
“Situasinya sangat tidak stabil dan biaya meningkat. Kami kemungkinan harus meneruskan beban ini kepada konsumen,” ujar Goh dalam keterangannya kepada Reuters, Selasa (21/4).
Ia menjelaskan, gangguan distribusi menjadi salah satu faktor utama. Sejumlah pengiriman produk dilaporkan tertahan di jalur logistik, sehingga memperlambat pasokan ke berbagai negara.
“Kami melihat banyak pengiriman yang tertahan di kapal dan belum mencapai tujuan, padahal permintaan tetap tinggi,” tambahnya.
Meski demikian, Karex memastikan masih memiliki cadangan stok untuk beberapa bulan ke depan. Namun, jika gangguan terus berlanjut, tekanan terhadap harga dinilai akan semakin sulit dihindari.
Di sisi lain, konflik yang memicu ketidakstabilan global juga berdampak pada lonjakan harga energi. Kenaikan harga minyak dan gas dinilai berkontribusi terhadap meningkatnya biaya produksi dan distribusi di berbagai sektor industri.
Sejumlah ekonom menilai kondisi ini berpotensi menekan daya beli masyarakat, terutama jika kenaikan harga terjadi secara luas, tidak hanya pada produk tertentu.
Situasi tersebut memperlihatkan bagaimana konflik geopolitik dapat memberikan efek berantai hingga ke kebutuhan sehari-hari, termasuk produk kesehatan seperti kondom.





