China Makin Diminati Turis Asing

Ilustrasi bendera china.

China mencatat peningkatan kunjungan wisatawan asing selama kuartal III (Q3) 2026. Jumlah kedatangan melalui kebijakan bebas visa mencapai hampir 9 juta, tumbuh 24,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan data Administrasi Imigrasi Nasional China yang dirilis Selasa (20/10), warga negara asing melakukan 23,27 juta kali perlintasan perbatasan selama Juli hingga September 2026. Angka tersebut meningkat 15,6 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Kedatangan melalui jalur bebas visa menyumbang 77,5 persen dari total kedatangan warga negara asing pada periode tersebut. Sementara itu, otoritas perbatasan China mencatat total 192 juta perjalanan masuk dan keluar negara selama kuartal ketiga, naik 7,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pertumbuhan kunjungan ini berlangsung seiring meningkatnya popularitas berbagai tren terkait China, mulai dari China Travel dan China Shopping hingga istilah Chinamaxxing dan China Haul. Tren tersebut turut berkembang di tengah upaya pemerintah China mempermudah akses bagi wisatawan internasional.

Pemerintah China memperluas kebijakan bebas visa, meningkatkan infrastruktur pariwisata, serta menyediakan layanan yang lebih praktis bagi pengunjung dari luar negeri.

Sejak Desember 2023, ketika kebijakan uji coba bebas visa sepihak mulai diberlakukan bagi warga dari enam negara, cakupan kebijakan tersebut terus diperluas. Hingga September 2026, fasilitas bebas visa sepihak telah mencakup wisatawan dari 50 negara yang memenuhi persyaratan, dengan masa tinggal hingga 30 hari.

China juga memperpanjang masa transit bebas visa bagi warga negara tertentu dari 72 atau 144 jam menjadi 240 jam pada Desember 2024. Kebijakan ini kini dapat dimanfaatkan oleh warga dari 57 negara yang memenuhi kriteria.

Selain pelonggaran aturan perjalanan, peningkatan layanan turut menjadi bagian dari strategi menarik wisatawan asing. Sejumlah destinasi di China mulai menghadirkan asisten pariwisata berbasis kecerdasan buatan (AI) yang mendukung interaksi multibahasa secara waktu nyata.

Akses pembayaran melalui perangkat seluler juga semakin dipermudah bagi pengunjung internasional. Di sejumlah kawasan wisata, tersedia pula layanan pengiriman internasional yang memungkinkan wisatawan mengirimkan barang belanjaan ke berbagai negara.

Wisata Pengalaman hingga Pengobatan Tradisional

Daya tarik pariwisata China kini tidak hanya bertumpu pada pusat perbelanjaan dan landmark populer. Sebagian wisatawan asing mulai mencari pengalaman yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat setempat.

Seorang wisatawan asal Belanda, misalnya, melakukan perjalanan mandiri ke Nanjing, Provinsi Jiangsu, pada musim panas 2026. Bersama teman-temannya, ia mengunjungi pasar tradisional dan taman untuk melihat kehidupan sehari-hari warga setempat.

“Banyak sayuran di sini yang tidak tersedia di kampung halaman saya. Sungguh menarik,” ujar wisatawan tersebut.

Pelaku industri pariwisata Wu Guoping mengatakan semakin banyak pengunjung asing yang menjelajahi kawasan permukiman perkotaan hingga komunitas perdesaan di China.

Menurutnya, pengalaman seperti menikmati aktivitas ekonomi malam hari di kota-kota dan melihat revitalisasi wilayah perdesaan memberikan gambaran yang lebih beragam mengenai kehidupan masyarakat China.

Di Tianjin, pengembangan pariwisata juga dilakukan melalui rute khusus bertema pengobatan tradisional Tiongkok atau traditional Chinese medicine (TCM). Program tersebut memadukan kunjungan ke tempat wisata dengan pengalaman budaya, layanan kesehatan, pembelian produk, dan kegiatan edukasi.

Beragam upaya tersebut menunjukkan bahwa pengembangan pariwisata China tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah kedatangan, tetapi juga pada perluasan pengalaman yang ditawarkan kepada pengunjung internasional.

Tutup