Bursa Ditutup Lesu, IHSG Turun ke 5.886
Pergerakan pasar saham domestik kembali berakhir di zona negatif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Kamis (11/6/2026) turun 16,35 poin atau 0,28 persen sehingga berada di level 5.886.
Tekanan jual terlihat mendominasi perdagangan sepanjang hari. Dari total saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 419 emiten mengalami penurunan harga, sementara 265 saham berhasil menguat dan 131 saham bergerak tanpa perubahan.
Aktivitas transaksi terpantau cukup tinggi. Nilai perdagangan mencapai Rp22,27 triliun dengan frekuensi transaksi sekitar 2,37 juta kali. Adapun volume perdagangan tercatat mencapai 33 miliar saham.
Meski IHSG melemah, kapitalisasi pasar BEI masih berada di kisaran Rp10.314 triliun pada akhir sesi perdagangan.
Pelemahan indeks turut dipengaruhi kinerja sejumlah sektor utama yang mayoritas berada di zona merah. Dari 11 sektor yang dipantau, enam sektor mengalami koreksi dan menjadi beban bagi laju IHSG.
Sektor bahan baku menjadi yang paling tertekan setelah merosot 4,27 persen. Di belakangnya terdapat sektor energi yang turun 2,12 persen serta sektor transportasi yang melemah 1,41 persen.
Di jajaran saham dengan penurunan terbesar, TRUE memimpin setelah anjlok 14,29 persen ke level Rp66 per saham. Pelemahan juga dialami HRTA yang turun 13,94 persen menjadi Rp1.790 dan TRIN yang terkoreksi 13,64 persen ke Rp462 per saham.
Di sisi lain, sejumlah saham berhasil mencatatkan penguatan signifikan. KOPI menjadi top gainer dengan lonjakan 34,67 persen ke level Rp202 per saham. Disusul UVCR yang naik 34,33 persen ke Rp180 dan OILS yang menguat 34,15 persen menjadi Rp220 per saham.
Koreksi IHSG pada perdagangan hari ini menunjukkan sentimen pasar masih cenderung berhati-hati, terutama setelah tekanan yang terjadi pada sektor bahan baku dan energi yang menjadi penopang utama pergerakan indeks.





