Budi Gunadi Sadikin Masuk Bursa Calon Dirjen WHO

Budi Gunadi

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin masuk dalam daftar kandidat Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Budi menjadi salah satu dari empat nama yang diusulkan untuk menggantikan Tedros Adhanom Ghebreyesus yang saat ini masih menjabat sebagai Dirjen WHO.

Selain Budi, tiga kandidat lainnya berasal dari Qatar, Arab Saudi, dan Belgia. Mereka adalah Hanan Mohammed Al Kuwari yang diusulkan Qatar, Hanan Balkhy dari Arab Saudi, serta Hans Henri P Kluge yang diajukan Belgia.

Dalam mekanisme pemilihan WHO, setiap negara anggota berhak mengajukan kandidat untuk posisi Direktur Jenderal. Kandidat tidak harus berasal dari internal WHO ataupun berkewarganegaraan sama dengan negara yang mengusulkannya.

Satu negara juga diperbolehkan mengajukan lebih dari satu nama. Pegawai WHO yang masih aktif dapat mengikuti proses pencalonan apabila memperoleh dukungan resmi dari negara anggota dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

Tahapan Pemilihan Dirjen WHO

Pemilihan Direktur Jenderal WHO dilakukan oleh World Health Assembly (WHA) atau Majelis Kesehatan Dunia, yang merupakan lembaga pengambil keputusan tertinggi dalam WHO.

Namun, sebelum pemungutan suara berlangsung, seluruh kandidat akan melalui proses seleksi oleh Dewan Eksekutif WHO. Dari proses tersebut, Dewan Eksekutif akan menyusun daftar pendek dan merekomendasikan maksimal tiga kandidat kepada WHA.

Majelis Kesehatan Dunia kemudian menentukan satu nama sebagai Direktur Jenderal melalui pemungutan suara secara rahasia.

Negara anggota yang memiliki hak suara dapat berpartisipasi dalam proses tersebut. Sementara negara yang hak suaranya sedang ditangguhkan berdasarkan ketentuan Konstitusi WHO tidak dapat memberikan suara.

Pendaftaran Kandidat Dibuka hingga September

Proses pemilihan dimulai setelah Dirjen WHO mengirimkan undangan kepada negara anggota untuk mengajukan kandidat.

Untuk periode pemilihan berikutnya, undangan tersebut telah disampaikan pada 24 April 2026. Negara anggota masih memiliki kesempatan mengajukan kandidat hingga 24 September 2026.

Setelah masa pencalonan berakhir, WHO akan mempublikasikan nama-nama kandidat beserta proposal pencalonannya. Pengumuman tersebut dilakukan setelah berakhirnya sesi Komite Regional terakhir pada 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada awal November.

Sebelum diumumkan secara resmi, seorang kandidat juga dapat memperoleh status sebagai kandidat prospektif apabila negara anggota yang mengusulkannya mengajukan permintaan tersebut.

Kandidat Diperbolehkan Berkampanye

Para kandidat diperbolehkan memperkenalkan diri dan melakukan kampanye kepada negara anggota WHO. Namun, aktivitas tersebut harus mengikuti Kode Etik Pemilihan Direktur Jenderal WHO.

Aturan tersebut mengatur agar proses pencalonan berlangsung secara adil, setara, transparan, dan terbuka. Setiap aktivitas kampanye, seperti pertemuan, lokakarya, maupun kunjungan, wajib diungkapkan.

Pendanaan kampanye juga harus dilaporkan kepada Sekretariat WHO, termasuk sumber dan jumlah dana yang digunakan. Informasi tersebut selanjutnya akan dipublikasikan.

Para kandidat juga akan memperoleh kesempatan memaparkan visi dan gagasan melalui sejumlah forum.

Forum kandidat pertama berupa sesi wawancara dan dijadwalkan paling lambat dua bulan sebelum sidang ke-160 Dewan Eksekutif WHO pada awal 2027.

Selanjutnya, forum kedua digelar dalam bentuk diskusi panel interaktif antara kandidat dan negara anggota. Forum ini dijadwalkan paling lambat dua bulan sebelum pembukaan WHA ke-80 pada Mei 2027.

Sementara itu, forum berbasis web yang memungkinkan negara anggota berinteraksi langsung dengan kandidat melalui sesi tanya jawab diperkirakan berlangsung pada November 2026.

Dirjen WHO Baru Mulai Menjabat 2027

Direktur Jenderal WHO yang terpilih dalam WHA ke-80 dijadwalkan mulai menjalankan masa jabatan pada 16 Agustus 2027.

Masuknya nama Budi Gunadi Sadikin dalam bursa pencalonan membuat Indonesia memiliki peluang untuk menempati posisi strategis di organisasi kesehatan dunia tersebut. Namun, Budi masih harus melewati seluruh tahapan seleksi dan pemilihan sebelum dapat ditetapkan sebagai Dirjen WHO berikutnya.

Tutup