BGN Tegaskan Sasaran Utama MBG Bukan Hanya Siswa
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama ini lebih dikenal masyarakat sebagai program yang menyasar siswa sekolah. Namun, Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa kelompok yang menjadi prioritas utama program tersebut sebenarnya adalah ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita.
Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, mengatakan kelompok tersebut dipilih karena berada pada fase krusial dalam pembentukan kualitas kesehatan dan perkembangan manusia. Periode tersebut dikenal sebagai 1.000 hari pertama kehidupan yang dinilai sangat menentukan masa depan anak.
“Tujuan utama program ini adalah memberikan asupan gizi kepada kelompok rentan, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita yang berada pada periode emas atau 1.000 hari pertama kehidupan. Setelah itu barulah peserta didik,” kata Sony.
Menurutnya, pemenuhan kebutuhan gizi pada kelompok rentan merupakan langkah strategis untuk menekan angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia dalam jangka panjang.
Meski demikian, data pelaksanaan program menunjukkan bahwa peserta didik masih menjadi kelompok penerima manfaat terbesar. Berdasarkan data BGN per 22 Mei 2026, jumlah siswa yang menerima manfaat MBG mencapai 48,35 juta orang atau sekitar 76,1 persen dari total sasaran.
Sementara itu, jumlah balita penerima manfaat tercatat sebanyak 6,30 juta anak atau 37,7 persen dari target yang ditetapkan. Untuk ibu menyusui, penerima manfaat mencapai 2,06 juta orang atau sekitar 75,2 persen dari sasaran, sedangkan ibu hamil tercatat sebanyak 868 ribu orang atau 35,3 persen dari target.
Perbedaan capaian tersebut menunjukkan bahwa implementasi program di lapangan masih didominasi oleh kalangan pelajar. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana prioritas terhadap kelompok rentan telah berjalan sesuai arah kebijakan yang disampaikan pemerintah.
Meski program terus diperluas, tantangan pemerataan penerima manfaat pada kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita masih menjadi perhatian. Kelompok inilah yang disebut BGN sebagai sasaran utama dalam upaya membangun generasi yang lebih sehat, produktif, dan berdaya saing di masa depan.





