Bendera 17 Agustus Sepi Pembeli, Pedagang Malang Berhenti Jualan
Menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, penjualan bendera Merah Putih dan aksesori 17 Agustus di Kota Malang, Jawa Timur, justru mengalami penurunan. Kondisi ini membuat sejumlah pedagang memilih mengakhiri aktivitas berjualan lebih cepat karena minimnya pembeli.
Salah satu pedagang, Amirudin, warga Kotalama, Malang, mengaku penjualan tahun ini jauh dari harapan. Padahal, ia telah membuka lapak sejak 25 Juli 2026 untuk menjual berbagai perlengkapan perayaan kemerdekaan.
Beragam produk disiapkan, mulai dari bendera Merah Putih, umbul-umbul, background, hingga bendera yang digunakan sebagai aksesori kendaraan.
Namun, mendekati 17 Agustus, lapaknya masih sepi pembeli. Kondisi tersebut membuat Amirudin menilai tidak ada alasan untuk mempertahankan aktivitas berjualan hingga hari kemerdekaan.
Ia bahkan memutuskan menutup lapaknya mulai Sabtu (15/8/2026), atau dua hari sebelum perayaan HUT ke-81 RI.
“Besok saya berhenti jualan karena sudah enggak laku. Mending tidur saja, atau cari kerja lain,” ujar Amirudin.
Menurut Amirudin, rendahnya penjualan bukan hanya terjadi di lapaknya. Enam orang yang membantunya berjualan dan ditempatkan di sejumlah titik juga mengalami kondisi serupa.
Para pedagang tersebut disebut kesulitan mendapatkan pembeli meski momentum perayaan kemerdekaan tinggal beberapa hari lagi.
Bagi Amirudin, kondisi tersebut membuat biaya yang dikeluarkan untuk berjualan tidak sebanding dengan pendapatan yang diperoleh. Ia akhirnya memilih menghentikan usaha musiman tersebut daripada terus mengeluarkan modal tanpa kepastian keuntungan.
Penurunan penjualan perlengkapan 17 Agustus ini pun menjadi tantangan bagi pedagang musiman yang setiap tahun mengandalkan momentum kemerdekaan untuk memperoleh tambahan penghasilan.



