Anggaran Subsidi Energi 2027 Tembus Rp272 Triliun

Uang

Pemerintah menyiapkan anggaran subsidi energi sebesar Rp272,95 triliun dalam Rancangan APBN (RAPBN) 2027. Nilai tersebut meningkat signifikan dibandingkan alokasi subsidi energi yang ditetapkan dalam APBN 2026.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan anggaran tersebut disiapkan untuk menjaga harga energi tetap terjangkau bagi masyarakat, terutama untuk kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) dan listrik.

“Subsidi energi tahun depan itu mencapai Rp272,95 triliun,” ujar Purbaya dalam konferensi pers di Kantor Pusat DJP, dikutip Senin (17/8/2026).

Kenaikan anggaran subsidi energi tersebut menjadi bagian dari anggaran perlindungan sosial pemerintah. Secara keseluruhan, anggaran perlindungan sosial dalam RAPBN 2027 mencapai Rp549,9 triliun.

Sebagai perbandingan, pemerintah dalam APBN 2026 menetapkan subsidi energi sebesar Rp210,1 triliun. Artinya, alokasi untuk tahun depan bertambah sekitar Rp62,85 triliun.

Namun, pemerintah menegaskan angka tersebut belum memasukkan kemungkinan tambahan kebutuhan kompensasi energi apabila terjadi perubahan maupun lonjakan harga energi.

Besarnya anggaran subsidi juga tidak terlepas dari realisasi belanja energi sepanjang semester pertama 2026. Pemerintah mencatat telah menggelontorkan sekitar Rp233 triliun untuk subsidi dan kompensasi energi selama Januari hingga Juni 2026.

Realisasi tersebut setara dengan sekitar 52,1 persen dari total pagu anggaran subsidi dan kompensasi energi dalam satu tahun.

Dari jumlah tersebut, sekitar Rp116 triliun digunakan untuk subsidi energi. Sementara kompensasi energi mencapai sekitar Rp116,9 triliun.

Dengan kenaikan alokasi subsidi pada RAPBN 2027, pemerintah berupaya menjaga beban harga energi yang ditanggung masyarakat sekaligus mengantisipasi kebutuhan anggaran akibat dinamika harga energi ke depan.

Tutup