Bakom RI Klaim MBG Tingkatkan Gizi dan Ekonomi Masyarakat
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, M. Qodari, menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas gizi anak-anak di Indonesia. Program tersebut disebut mulai menunjukkan hasil yang signifikan, baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi masyarakat.
Qodari menjelaskan, salah satu indikator keberhasilan MBG terlihat dari meningkatnya konsumsi buah dan protein hewani di kalangan pelajar. Ia menyebut, konsumsi buah naik dari 26 persen menjadi 84 persen, sementara konsumsi protein hewani meningkat dari 65 persen menjadi 90 persen setelah program berjalan.
Menurutnya, peningkatan asupan gizi tersebut tidak hanya berdampak pada kesehatan anak, tetapi juga berpotensi mendukung kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan, termasuk dalam bidang olahraga.
“Dengan gizi yang lebih baik, kita berharap akan lahir generasi yang lebih sehat, cerdas, dan memiliki daya saing, termasuk dalam dunia olahraga seperti sepak bola,” ujar Qodari.
Selain aspek kesehatan, ia juga menyoroti dampak ekonomi dari pelaksanaan program MBG. Qodari menyebut sekitar 86 persen pemasok program mengalami peningkatan omzet, dengan sebagian besar rantai pasok melibatkan pelaku UMKM dan koperasi lokal.
Hal ini, menurutnya, menunjukkan bahwa MBG tidak hanya berfungsi sebagai program pemenuhan gizi, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi masyarakat di tingkat bawah.
Dari sisi pelaksanaan, Qodari mengungkapkan sebanyak 93 persen sekolah menilai program MBG berjalan dengan baik. Sementara itu, menu utama yang terdiri dari nasi, protein, dan sayuran telah terpenuhi di sekitar 96 persen sekolah penerima program.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan dalam implementasi di lapangan yang perlu terus diperbaiki. Namun secara umum, ia menilai program MBG telah memberikan manfaat yang signifikan dan perlu terus ditingkatkan agar dampaknya semakin luas bagi masyarakat.




