Jennifer Coppen Kecewa
Bisnis kue milik Jennifer Coppen, Ch*wys, menjadi sorotan setelah sejumlah warganet Malaysia memberikan ulasan negatif di media sosial. Menanggapi hal tersebut, Jennifer menyampaikan kekecewaannya terhadap orang-orang yang datang ke gerai usahanya dengan tujuan membuat konten bernada mengejek.
Salah satu ulasan datang dari akun Threads @ahdeq._. Pengguna tersebut mengunggah foto dirinya bersama kotak donat Ch*wys, kemudian membandingkan rasanya dengan produk donat lain.
“Im Donut tak sedap? Samalah, ni (Chwys) pun tak sedap,” tulis akun tersebut sambil tertawa, seperti dikutip pada Sabtu (31/10/2026).
Unggahan itu kemudian ramai diperbincangkan dan memancing tanggapan pengguna lain. Beberapa warganet mengaku telah mencoba produk tersebut dan menyampaikan penilaian serupa. Mereka juga menegaskan bahwa keputusan tidak menyukai suatu produk bukan berarti tidak mendukung usaha baru Jennifer.
“Memang tak sedap wey. Aku sudah coba karena dibagi temanku yang merupakan salah satu follower Jennifer Coppen. Jadi bukan aku tak mau mendukung bisnis baru dia, tapi donat pasar jauh lebih enak bagiku,” tulis salah satu pengguna Threads.
Ulasan tersebut akhirnya sampai kepada Jennifer. Melalui unggahan di akun Threads miliknya, ia mengaku kecewa karena ada pengunjung yang datang ke tempat usahanya bukan sekadar untuk mencoba produk, melainkan membuat konten yang dinilai merendahkan bisnisnya.
Meski menyampaikan keberatan, Jennifer tetap menutup pernyataannya dengan doa agar orang-orang yang memberikan komentar tersebut selalu mendapat kelancaran rezeki.
“Bingung sama cewek-cewek cantik tapi hatinya jahat. Datang ke Ch*wys, basically just to make fun of it dan make a post about it. Semoga rezekimu selalu dilancarkan. Semoga kamu enggak pernah kekurangan dan merasakan yang namanya merintis usaha dengan banyaknya karyawan yang bergantung pada usahamu, lalu bisnismu dijelek-jelekkan di media sosial,” tulis Jennifer Coppen.
Di tengah perdebatan tersebut, sejumlah pengguna media sosial turut menyampaikan dukungan kepada Jennifer. Mereka menilai konsumen tetap berhak memberikan penilaian terhadap produk, tetapi kritik sebaiknya disertai penjelasan yang jelas dan masukan yang membangun.
“Please, jangan jahat-jahat sama orang lain. Tidak masalah direview kurang, tapi tolong kasih masukan,” tulis seorang warganet.
Pendapat serupa disampaikan pengguna lain yang membedakan antara ulasan konsumen dan komentar yang bertujuan menghina.
“Pendapat customer itu sah. Tapi ada perbedaan besar antara mengkritik dengan menghina. Menurut aku, ini bukan feedback ya. Kalau mau mengkritik tolong kasih informasi detail apa yang tak sedap,” tulis akun lainnya.



