Kadar Vitamin D Rendah Bisa Ganggu Tidur

Vitamin D.

Vitamin D tidak hanya berperan dalam menjaga kesehatan tulang, tetapi juga dikaitkan dengan kualitas tidur. Kecukupan vitamin ini diduga berhubungan dengan pengaturan siklus tidur dan bangun, termasuk melalui perannya dalam proses yang melibatkan hormon melatonin dan serotonin.

Apoteker berlisensi Emmanuella Ogbonna menjelaskan, kadar vitamin D yang rendah, yakni di bawah 20 ng/mL, berkaitan dengan durasi tidur yang lebih pendek dan kesulitan untuk tidur.

Dalam artikel yang diterbitkan Health pada Kamis, Ogbonna menyoroti pentingnya menjaga kadar vitamin D tetap memadai untuk mendukung kualitas tidur. Kecukupan vitamin ini juga dikaitkan dengan berkurangnya frekuensi terbangun pada malam hari.

Sejumlah uji klinis menunjukkan bahwa konsumsi suplemen vitamin D berpotensi membantu memperbaiki kualitas tidur. Manfaat tersebut terutama dilaporkan pada kelompok tertentu, termasuk orang lanjut usia dan ibu hamil. Meski demikian, respons terhadap suplemen dapat berbeda pada setiap orang.

Waktu mengonsumsi suplemen vitamin D juga dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Jika seseorang merasa tidurnya terganggu setelah meminum suplemen pada malam hari, waktu konsumsinya dapat dipindahkan ke pagi atau siang hari.

Hal yang perlu diperhatikan adalah konsistensi konsumsi. Mengonsumsi suplemen pada waktu yang sama setiap hari dapat membantu menjaga keteraturan penggunaannya.

Vitamin D merupakan vitamin yang larut dalam lemak. Karena itu, suplemen ini sebaiknya dikonsumsi bersama makanan yang mengandung lemak, seperti telur, alpukat, atau ikan salmon, agar penyerapannya lebih optimal.

Meski tersedia dalam bentuk suplemen, penggunaannya tetap perlu diperhatikan. Konsultasi dengan tenaga kesehatan disarankan sebelum mengonsumsi suplemen vitamin D, terutama untuk menentukan kebutuhan dan dosis yang sesuai. Konsumsi dalam dosis tinggi tanpa rekomendasi tenaga kesehatan sebaiknya dihindari.

Berita Lainnya

Tutup