UMKM Sumbang US$510,79 Juta dari Transaksi TEI 2026

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso

Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 mencatat nilai transaksi sebesar US$22,94 miliar, melampaui target awal US$10,5 miliar. Menteri Perdagangan Budi Santoso menyebut capaian tersebut setara dengan 218,5 persen dari target yang ditetapkan dan lebih tinggi dibandingkan realisasi transaksi pada penyelenggaraan tahun sebelumnya.

Budi menyampaikan capaian itu dalam konferensi pers penutupan TEI 2026 di Tangerang, Minggu. Menurut dia, nilai transaksi tahun ini juga meningkat dibandingkan realisasi TEI 2025 yang mencapai US$22,68 miliar, meskipun target pada tahun sebelumnya ditetapkan sebesar US$16,5 miliar.

Dari total transaksi TEI 2026, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menyumbang transaksi senilai US$510,79 juta. Capaian tersebut menunjukkan keterlibatan pelaku usaha dalam pameran perdagangan yang mempertemukan eksportir Indonesia dengan calon pembeli dari berbagai negara.

India, Belanda, Bangladesh, Uni Emirat Arab, dan Jepang menjadi lima negara dengan nilai transaksi tertinggi selama pameran. Sementara itu, produk makanan dan minuman, perhiasan, produk kayu, hasil pertanian, serta produk peternakan menjadi kelompok komoditas dengan nilai transaksi terbesar.

Budi menjelaskan, capaian tersebut tidak terlepas dari penjajakan bisnis dan pencocokan usaha atau business matching yang dilakukan perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri. Upaya itu telah berjalan sejak setahun sebelum pameran digelar untuk mempertemukan calon pembeli dengan eksportir yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Melalui pendekatan tersebut, calon pembeli dapat mengenali produk dan perusahaan Indonesia sebelum menghadiri TEI. Sejumlah calon mitra bahkan melakukan kunjungan langsung ke perusahaan dan pabrik di Indonesia sebelum mencapai kesepakatan kerja sama yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU).

Meski mencatat transaksi yang melampaui target, Budi menilai peluang peningkatan ekspor Indonesia masih terbuka. Menurut dia, penguatan kualitas dan kuantitas produk serta diversifikasi komoditas ekspor diperlukan agar produk Indonesia semakin mampu memenuhi kebutuhan pasar internasional.

Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus), Aries Marsudiyanto, turut menyoroti potensi perdagangan Indonesia. Ia menilai keragaman produk, besarnya pasar domestik, serta kekayaan sumber daya alam menjadi modal penting untuk memperluas jangkauan ekspor nasional.

Aries juga menilai potensi tersebut dapat dikembangkan melalui peningkatan ekspor produk UMKM, produk digital, dan ekonomi kreatif. Namun, penguatan potensi pasar perlu disertai peningkatan kapasitas pelaku usaha agar mampu bersaing di tingkat global.

“Oleh karena itu, perlu adanya peningkatan kreativitas, inovasi, kemampuan negosiasi, diplomasi perdagangan, serta manajemen bisnis untuk memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global,” kata Aries.

Capaian TEI 2026 menjadi gambaran besarnya peluang produk Indonesia untuk menembus pasar internasional. Ke depan, konsistensi dalam menjaga kualitas, memperluas jaringan pembeli, serta meningkatkan kapasitas eksportir menjadi faktor penting agar transaksi yang tercatat dalam pameran dapat berkembang menjadi kerja sama perdagangan yang berkelanjutan.

Tutup