Hari Kedua Ganjil-Genap, Antrean SPBU di Bali Mulai Menurun

Petugas transasksi pembayaran kepada konsumen yang menggunakan kartu saat mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM). FOTO: Kuncoro WR

Pertamina Patra Niaga melaporkan penurunan antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali pada hari kedua penerapan pembatasan pembelian Pertalite berdasarkan nomor polisi ganjil-genap. Perusahaan juga memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) tetap tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus), Ahad Rahedi, mengatakan antrean mulai berkurang secara signifikan di hampir seluruh SPBU di Bali.

“Penurunan antrean cukup signifikan berkurang hampir semua SPBU di Bali,” kata Ahad di Denpasar.

Kebijakan ganjil-genap untuk kendaraan roda dua dan roda empat yang membeli Pertalite tersebut mulai diterapkan pada Sabtu (17/10/2026). Aturan ini diberlakukan berdasarkan Surat Gubernur Bali dan direncanakan berlangsung hingga 19 Oktober 2026 di seluruh SPBU di Pulau Dewata.

Selain memantau kondisi antrean, Pertamina menambah pasokan Pertalite untuk menjaga ketersediaan BBM. Total penambahan stok yang dikirim sejak 7 hingga 17 Oktober 2026 mencapai 48 juta liter.

Pertamina juga mengoperasikan SPBU selama 24 jam di sejumlah wilayah, meliputi Kabupaten Jembrana, Tabanan, Karangasem, Buleleng, Badung, serta Kota Denpasar. Operasional tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga kondisi antrean kembali normal.

Pemantauan stok dilakukan selama 24 jam melalui sistem digitalisasi. Ahad menyatakan, berdasarkan pemantauan perusahaan, stok Pertalite dan Biosolar masih tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Untuk menjaga kelancaran distribusi, Pertamina berkoordinasi dengan Terminal BBM Manggis di Karangasem dan Terminal BBM Sanggaran di Denpasar. Koordinasi tersebut dilakukan guna memprioritaskan penyaluran BBM ke SPBU dengan tingkat konsumsi tinggi.

“Koordinasi juga dilakukan dengan Terminal BBM Manggis Karangasem dan Sanggaran Denpasar untuk memprioritaskan suplai kepada SPBU dengan tingkat konsumsi tinggi,” ujar Ahad.

Pertamina menyatakan akan terus mengevaluasi kondisi distribusi dan antrean bersama pemerintah daerah serta pemangku kepentingan terkait. Perbaikan dan penyesuaian operasional akan dilakukan sesuai perkembangan situasi di lapangan.

Perusahaan juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan. Evaluasi berkala diharapkan dapat menjaga kelancaran pelayanan SPBU sekaligus memastikan penyaluran BBM bersubsidi berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.

Tutup