Karhutla Indonesia, Selebritas Mengaku Malu saat di Malaysia
Kabut asap yang dilaporkan menyelimuti sejumlah wilayah Malaysia kembali memunculkan sorotan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Sejumlah selebritas Indonesia yang sedang berada di negara tetangga itu menyampaikan keprihatinan melalui media sosial, termasuk perasaan tidak nyaman karena dampak pencemaran udara turut dirasakan masyarakat lintas negara.
Salah satu yang mengungkapkan keresahannya adalah Cesen. Saat berada di kawasan Genting Highlands, Malaysia, ia mengaku merasa canggung berkunjung ke negara tetangga ketika kabut asap diduga berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.
Perasaan serupa disampaikan Acha Sinaga ketika berada di Kuala Lumpur. Ia mengungkapkan rasa malu sebagai warga Indonesia karena persoalan lingkungan yang terjadi di tanah air disebut turut berdampak terhadap negara lain.
Acha mengibaratkan situasi tersebut seperti seseorang yang membuang sampah ke halaman rumah tetangganya. Perumpamaan itu menggambarkan keresahannya terhadap dampak pencemaran yang tidak berhenti pada batas wilayah negara.
Ia juga mengaku kerap meminta maaf ketika menggunakan layanan transportasi daring selama berada di Kuala Lumpur. Menurut keterangannya, keponakannya bahkan sempat diliburkan dari sekolah karena kondisi asap yang semakin parah.
Aktris Pevita Pearce turut menyoroti situasi kabut asap di Kuala Lumpur. Melalui media sosial pada September 2026, Pevita menyampaikan harapan agar Indonesia segera pulih dari persoalan kebakaran hutan dan lahan.
Karhutla bukan hanya mengancam kawasan hutan dan lahan yang terbakar, tetapi juga dapat menimbulkan dampak kesehatan serta mengganggu aktivitas masyarakat akibat penurunan kualitas udara dan jarak pandang. Anak-anak, lansia, serta orang dengan gangguan pernapasan termasuk kelompok yang rentan terhadap paparan asap.
Sejumlah wilayah Indonesia dalam laporan yang beredar disebut mengalami karhutla, antara lain Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Papua, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, dan Jawa Timur. Dampak kabut asap juga disebut terdeteksi hingga Jakarta.
Sorotan para selebritas tersebut kembali mengangkat persoalan karhutla sebagai isu lingkungan yang berdampak luas. Penanganannya membutuhkan upaya pencegahan kebakaran, pengawasan kawasan rawan, serta penegakan hukum terhadap pelanggaran yang terbukti menyebabkan kebakaran.
Dampak asap yang dapat melintasi batas negara juga menunjukkan pentingnya kerja sama regional dalam pemantauan kualitas udara dan penanganan karhutla. Upaya tersebut diperlukan agar dampak terhadap kesehatan masyarakat, aktivitas sehari-hari, dan lingkungan dapat ditekan.




