Sisa Kuota Belum Terlindungi, Komdigi Tegur Operator Telkomsel
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menemukan sejumlah paket internet dari operator seluler yang dinilai belum memberikan perlindungan substantif terhadap sisa kuota pelanggan. Pada paket-paket tersebut, perlindungan masih sebatas pemberitahuan bahwa masa berlaku kuota akan segera berakhir.
Temuan itu muncul dalam evaluasi awal Komdigi terhadap implementasi Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 273/PUU-XXIII/2025. Dalam putusan yang dibacakan pada 23 Juli 2026, MK mewajibkan penyelenggara telekomunikasi menyediakan pilihan layanan yang menjamin sisa kuota pelanggan tetap aktif dan dapat digunakan.
Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital Komdigi Denny Setiawan mengatakan, operator memang tidak diwajibkan mengubah seluruh paket menjadi sistem rollover. Namun, setiap mekanisme yang ditawarkan harus memberikan perlindungan nyata terhadap nilai ekonomi kuota yang telah dibeli pelanggan.
“Notifikasi bukan solusi terhadap sisa kuota yang sudah terlanjur tidak terpakai. Notifikasi hanya mengingatkan pelanggan bahwa kuotanya akan berakhir,” ujar Denny, dikutip Minggu (4/10/2026).
Dalam evaluasi tersebut, Komdigi memeriksa laporan dari Indosat, Telkomsel, dan XLSmart. Ketiganya telah memperluas pilihan paket dengan fitur rollover, tetapi masih memiliki sejumlah paket yang menggunakan mekanisme perlindungan lain.
Pada XLSmart, misalnya, dari 101 paket yang dilaporkan, sebanyak 92 paket telah menggunakan sistem rollover. Sembilan paket lainnya masih mengandalkan mekanisme berupa penguatan informasi dan notifikasi.
Sementara itu, Indosat melaporkan 94 paket. Dari jumlah tersebut, 23 paket sudah menggunakan rollover, sedangkan 71 paket lainnya masih memberikan perlindungan melalui mekanisme lain, termasuk notifikasi sebelum masa berlaku paket berakhir.
Kondisi serupa ditemukan pada Telkomsel. Dari 95 paket yang dilaporkan, baru 19 paket yang memiliki fitur rollover. Sebanyak 76 paket lainnya masih menggunakan mekanisme notifikasi terkait masa berlaku dan sisa kuota.
Komdigi menilai pemberitahuan semata belum cukup untuk memenuhi prinsip perlindungan yang dimaksud dalam putusan MK. Sebab, notifikasi hanya memberikan informasi kepada pelanggan tanpa memastikan sisa kuota yang telah dibeli tetap dapat dimanfaatkan.
Putusan MK menegaskan bahwa kuota yang belum digunakan harus tetap dilindungi sebagai hak milik pengguna dan dapat dipakai sampai habis tanpa dibebani biaya tambahan dengan alasan perpanjangan masa aktif atau alasan lainnya.
Karena itu, pemerintah tidak memaksakan satu model layanan tertentu. Surat Edaran Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 4 Tahun 2026 membuka pilihan mekanisme, termasuk paket dengan fitur akumulasi kuota (rollover), paket tanpa akumulasi (non-rollover), maupun inovasi perlindungan lainnya, selama hak ekonomi pelanggan atas sisa kuota tetap terjamin.
Denny menegaskan, substansi perlindungan tersebut harus berlaku untuk seluruh jenis paket yang ditawarkan operator. Fokusnya bukan semata-mata pada nama atau bentuk paket, melainkan apakah kuota yang sudah dibayar pelanggan masih bisa memberikan manfaat.
“Semua paket itu, apa pun paketnya, yang paling penting adalah bagaimana sesuai dengan amar kesimpulannya adalah bagaimana kuota itu masih dapat dinikmati dan dimanfaatkan,” tegasnya.
Komdigi juga menegaskan perlindungan sisa kuota tidak boleh diterapkan dengan membebankan biaya tambahan kepada pelanggan. Ketentuan tersebut sejalan dengan penegasan MK bahwa penggunaan sisa kuota tidak boleh dikenai tarif tambahan dengan dalih memperpanjang masa aktif.
Pemerintah selanjutnya akan terus memantau penerapan mekanisme perlindungan tersebut di masing-masing operator. Evaluasi dilakukan untuk memastikan pilihan layanan yang tersedia benar-benar memberikan manfaat bagi pelanggan, bukan sekadar memenuhi kewajiban melalui pemberitahuan masa berlaku.
Dengan demikian, persoalan sisa kuota kini tidak lagi semata menjadi urusan masa aktif paket. Setelah putusan MK, operator memiliki kewajiban menyediakan mekanisme yang menjaga agar manfaat ekonomi dari kuota yang telah dibayar pelanggan tidak hilang begitu saja.



